Translator Novel Bahasa Indonesia

Thursday, 31 May 2018

Isekai Maou to Shoukan Shoujo Dorei Majutsu Volume 1 Chapter 2 Part 2 Bahasa Indonesia



TryingOut Being an Adventurer – Part 2



Bar di lantai pertama penginapan–


Itu adalah bar yang mereka dan juga Celes datangi untuk makan kemarin. Tempat itu terbuat dari kayu yang memiliki kilauan seperti asap, tempat itu pasti merupakan bar yang buka di malam hari, tapi juga bisa menyajikan makanan pada pagi dan sore hari.


Tadi malam, bar itu dikosongkan oleh Celes dan tidak ada seorangpun disekitar sana, tapi pagi ini, bar itu penuh dengan orang-orang. Diablo, Rem, dan Shera sarapan di meja yang entah bagaimana bisa mereka dapatkan.


Pada desain interiornya, bar itu memiliki sekitar tujuh meja yang diperuntukkan bagi empat orang dan satu kasir, tapi itu semua sudah terisi.


Juga, ada orang-orang yang berdiri di sekitar yang sedang ngobrol dan itu cukup berisik.


—Mereka semua adalah Demi-Human.


Diablo memiringkan kepalanya.


Di dalam MMORPG Cross Reverie, ada enam ras yang bisa dipilih pada awal pembuatan akun. Diantaranya adalah ras “Elf” ,”Pantherian” ,”Dwarf”, “Grasswalker”, “Demon” dan “Human”. Dari ke enam ras tersebut, ras selain manusia bisa disebut “Demi-Human”.


Dengan setting Cross Reverie, sebagian besar dari ras Manusia tampaknya melakukan deskriminasi terhadap Demi-Human. Terutama orang-orang dengan gelar bangsawan. Ada beberapa skenario yang mengatakan bahwa itu adalah akar penyebab masalahnya (diskriminasi).


Meski ada berbagai macam jenis Demi-Human, ada juga setting yang mengatakan bahwa sekitar setengah dari semua orang di antara ras itu adalah Manusia. Kalau dipikir-pikir, ada banyak para player yang juga memilih “Manusia” sebagai rasnya.


Itu karena status awalnya diberkati.


— Aneh rasanya para tamu dan karyawan tempat ini semuanya adalah Demi-Human. Apakah ini sebuah kebetulan?


Di sampingnya, wajah Shera mendekat, lalu Shera berbicara dengan berbisik.


“ Rem terlihat sangat menakutkan.”


Rem diam dan menikam garpu kayu dengan kekuatannya pada sebuah kentang, itu tampak seperti dia memiliki dendam terhadap kentang tersebut. Dia menikam itu lagi dan lagi. Dia sepertinya masih marah dengan kejadian tadi pagi. Seperti yang diharapkan darinya, bahkan Diablo pun membuka mulutnya untuk mencoba meminta maaf.


“Rem, soal pagi tadi…..”


“……Aku tidak marah kok.”


Suaranya benar-benar terdengar menakutkan.


 “Tapi tetap saja……”


“Aku tidak marah, karena aku tidak marah aku ingin kita membahas topik lain”


* Gusah gusah *.


Kentang malang itu dibuat menjadi kentang tumbuk oleh garpunya Rem. Tampaknya dia adalah tipe orang yang memendam kemarahannya dalam hati. Itu sepertinya percuma. Jadi, sama seperti yang dikatakan Rem, dia pun mengubah topik pembicaraan.


“Penginapan ini penuh dengan Demi-Human, dan kelihatannya tidak ada Manusia, kenapa bisa begitu?”


”…… Itu karena manusia tidak akan tinggal di penginapan Demi-Human”


Karena dia masih menikam-nikam terhadap kentang-kentang itu, dia mungkin masih marah, tapi karena dia menggunakan nada dinginnya seperti biasa, Diablo tidak benar-benar mengetahuinya.


“Fumu, jadi ada sesuatu seperti penginapan Demi-Human di dunia ini toh.”


Meskipun settingan pada game mengatakan ada beberapa hal seperti “didiskriminasi” dan “banyak orang yang membenci mereka”, namun tidak ada pemandangan nyata mengenai diskriminasi yang diterapkan pada game itu.


Ada NPC yang bersikap diskriminatif sebagai bagian dari skenario, tapi …… Karena pada dasarnya para player itu semuanya adalah manusia, itu mungkin alami. Dia tidak melihat hal seperti role play (permainan peran) di mana orang akan melakukan diskriminasi terhadap Demi-Human.


Di dunia ini, sepertinya celah antara Manusia dan Demi-Human lebih parah dari pada di dalam game.


—Sepertinya aku harus lebih berhati-hati terhadap manusia.
Sakit hati tanpa alasan itulah apa yang disebut diskriminasi. Namun, kalau dia berada pada situasi khusus dimana hal-hal seperti menjadi Manusia ataupun menjadi Demi-Human tidak dipermasalah seperti pada kasus Rem, mungkin ceritanya akan berbeda.


—Jiwa Demon King Krebskrem disegel di dalam dirinya, ya.


Diablo memandang ke arah Rem.


Melihat itu, Rem dengan cepat menutupi dadanya dengan kedua tangannya.“ini tidak seperti aku sedang melihat ke arah sana, kau tau !?” well, karena setelah kejadian pagi tadi, Diablo berfikir bahwa tidak ada kekuatan persuasif (yang bersifat menggoda/bujukan) dalam kata-kata itu. Itu tidak akan ada gunanya, karena dia( Rem) penuh dengan pertahanan.


Lebih penting lagi, dari perkataan dan tingkah laku Galark kemarin, dia teringat tentang satu hal yang mengganggunya. Bahwa si Galark mengatakan sesuatu mengenailevelkemarin.


“Oi, kalian berdua. Di dunia ini, apakah kekuatan diukur dengan konsep yang disebut level?”


Shera membuka mulutnya, tapi sepertinya sulit baginya untuk mengatakannya.


“Y-yah, tentang level itu, sepertinya aku tidak memilikinya”


“…… Aku adalah seorang summoner level 40.”


Mungkin karena dia sedikit terhibur dengan pertanyaan itu, Rem mengatakan itu dengan bangga.


Seperti yang dia pikirkan, level itu sepertinya adalah semacam indikator yang menyatakan kekuatan seseorang. Namun, ini adalah dunia yang tidak memiliki status windows, yang menunjukkan kapan EXP diperoleh, ataupun pemberitahuan kenaikan level.


“Apa kreteria yang menentukan levelmu?”


“…… Jika kamu seorang magician, Magician Society memiliki kreteria yang dapat menentukan levelmu. Disana ada semacam metode untuk menentukannya. Dan untuk job lain, aku tidak terlalu tahu detailnya, tapi ada sesuatu seperti Examiner (pemeriksa) di guild petualang yang bisa menentukannya juga.”


“Betul! Itu betul banget, alasan kenapa aku nggak memiliki level adalah karena aku masih belum melakukan pendaftaran di guild petualang, dan jika levelku diukur, aku yakin bahwa aku bakal berada antara level 40 atau 50!”


Telinga elfnya bergerak-gerak.


Ekor hitam Rem melambai ke kiri dan kanan. Itu tampak seperti seseorang yang melambaikan tangannya dan mengatakan “Tidak mungkin, tidak mungkin” untuk menolak suatu gagasan.


“…… Tidak peduli bagaimana kamu memikirkannya, levelmu mungkin akan berada dikisaran 10 atau sedikit lebih tinggi dari itu…… Dari standar level, level 10 adalah yang terendah.”


–Jadi dengan kata lain, sepertinya rata-rata level dari tempat ini adalah sekitar level 20-an gitu.


“Itu nggak bakalan terjadi! Lagi pula, di guild petualang negara Elf, aku adalah level 40!”


“…… Di negara Elf, apakah disana ada sebuah ketentuan untuk menjadi seorang Magician?”


“Umm ……Itu …… sebagai seorang pemanah (Archer).”


“…… Jika levelmu sudah ditentukan, bukankah guild petualang akan tahu tentang hal itu? Jika pendaftaran telah dilakukan di sebuah kota , maka tidak perlu lagi untuk melakukannya di kota lain.”


“Aku berada di usia dimana aku tidak diperbolehkan menjadi seorang petualang, tapi levelku sudah ditentukan. Aku melakukannya dengan kesan seperti aku mencoba kemampuanku. Itu karena aku masih anak-anak.”


“…… Jadi levelmu 40 saat kamu masih anak-anak. Aku tidak punya alasan untuk meragukan bakatmu sebagai pemanah …… Lalu kenapa kamu kepengen menjadi seorang Summoner?”


“Seorang pemanah itu tinggal sendirian, kau tau!? Kalau aku adalah seorang Summoner, maka aku akan punya banyak summoned beast yang lucu, dan juga aku tidak akan kesepian lagi di tempat yang sunyi seperti hutan disaat malam hari tiba, benarkan?!”


“…… Jadi intinya itu kamu cuma menginginkan summoned beast yang imut …… Bukankah begitu? Kalau memang begitu, kamu nggak perlu Diablo. Pertama, dia sama sekali bukanlah summoned beast.”


“Kekuatan juga penting tau!”


Di lihat dari Atmosfernya, perkelahian akan segera dimulai. Diablo berbicara seolah memberi perintah alih-alih sebagai pihak penengah dari keduanya.


“Setelah kita selesai makan, kita bakal menuju ke Guild Petualang, oke.” Shera mencondongkan tubuh ke depan.


“Oke!! manteep, Aku akan melakukan Registrasi Petualang dan kemudian aku perlu mencari duit! Kalau Diablo bersama denganku, nggak ada yang perlu aku khawatirkan pokoknya deh!”


“……Kesampingkan tentang Elf bego itu, aku juga berpikir bahwa aku ingin membawa Diablo ke Guild Petualang. Aku tertarik dengan levelnya.”


Level 150 pada akhirnya hanyalah kata-kata di game.


Lalu bagaimana dengan levelnya di dunia ini? Dia tidaklah lemah. Itulah yang sebenarnya yang dia rasakan, tapi dia berpikir bahwa dia ingin tahu secara detail seberapa jauh levelnya sesuai dengan standar dunia ini. Dengan keputusan yang udah dibuat itu, mari cepat selesaikan sarapan paginya. Diablo mengulurkan garpunya ke kentang yang tidak berubah menjadi kentang tumbuk.


Guild petualang berlokasi di bagian barat kota Faltra. Letaknya tidak jauh dari penginapan. Itu adalah bangunan yang terbuat dari batu, atapnya berbentuk segitiga dan pintunya terbuat dari kayu—ini adalah karakteristik yang sama dengan bangunan-bangunan yang dia lewati sebelumnya, tapi bedanya guild petualang ini bisa dikenali dengan sekilas pandang saja.


Ukuran bangunannya tiga sampai empat kali lebih besar dari bangunan lainnya. Dari bagian pintu dan atapnya, bahkan struktur jendelanya pun lebih besar dari yang lain. Seolah-olah itu adalah seorang warga yang ukuran tubuhnya lebih besar dari warga lainnya yang tinggal di sana.


Party Diablo melewati pintu besar dan kemudian memasuki guild petualang.
Di dalamnya, itu tampak seperti sebuah bar. Itu mirip dengan (bar) yang ada di penginapan. Seperti yang diharapkan, dengan meja yang terbuat dari kayu yang mengeluarkan kilauan seperti asap, dan meja-meja yang berbaris. Kesan yang sangat umum bahkan dilihat dari luar pun tetap sama.


Namun bedanya, untuk penginapan itu punya rasa kebersihan. Sedangkan untuk tempat ini tidak ada, tempat ini sangat kotor, bahkan ada kursi yang patah. Ada noda merah tua yang terlihat seperti darah menempel di dinding dan ada udara aneh mengintimidasi di meja yang diukir dengan menggunakn pedang.


Bahkan atmosfir orang-orang yang berada di dalamnya berbeda dengan para warga yang lalu lalang di kota. Dan meskipun mereka memiliki fisik yang sama seperti di game, sebuah intensitas yang aneh bisa dirasakan dari mereka.


Seorang pria dari ras manusia dengan mata tajamnya melihat ke arah ini. Seorang wanita dari ras pantherian mengenakan pakaian vulgar yang terlihat seperti seorang penari. Seorang anak jalanan dengan perawakan pendek yang tampak seperti anak kecil membawa pedang besar di punggungnya. Seorang pria muda dari ras iblis yang tampak tenang mengenakan jubah putih. Seorang pria dari ras dwarf yang dilengkapi dengan armor keras.


–Rasanya aku gak pernah lihat orang-orang berbahaya macam ini dalam game. Tampaknya pertengkaran sedang terjadi. Seorang gadis elf dan seorang laki-laki dwarf sedang bertengkar, tapi tak lama kemudian mereka meraih tangan satu sama lain. Karena orang-orang di sekitarnya berdiri dari kursi mereka, ketika itu dia berpikir bahwa mereka akan menghentikan pertengkaran itu. Orang-orang itu lalu memindahkan meja mereka, membuat ruang dan kemudian bersorak.
Pertarungan tinju dimulai.


Kelihatannya ada satu quest yang berjalan dan pertengkaran itu terjadi karena perebutan tentang siapa yang pertama mengambil quest tersebut.


—Apa-apaan dengan ruangan barbar ini !?


Diablo terkejut.


Guild Petualang juga ada dalam game, tapi karena tempat itu hanya memiliki jendela obrolan melayang, itu tidak akan mengakibatkan perkelahian, terciumnya bau dari minuman keras, dan teriakan yang terdengar seperti seekor beast.


Bahkan perebutan untuk quest tidak ada. Siapapun bisa melakukan quest yang sama. Namun, mereka adalahPetualang. Dalam game, itu adalah istilah umum yang digunakan untuk players …… Di dunia ini, itu adalah istilah umum bagi mereka yang berjuang dan melakukan pekerjaan yang membahayakan nyawa karena berbagai keadaan bisa saja terjadi. Jika Diablo sendirian, mungkin dia terintimidasi dan kembali ke penginapan. Dia mengerti alasan mengapa Shera yang seharusnya sangat bagus sebagai pengguna busur tidak melakukan Pendaftaran petualang sendirian. Tampaknya ada orang yang memperhatikan mereka.


Mereka memiringkan kepala.


“…… Apa-apaan dengan iblis itu?”


“Orang itu punya tanduk, aku tidak pernah melihat itu bahkan di antara ras iblis. Dia tidak mungkin seorang Demonic being, bukan?”


“Yang bersamanya itu Rem-san dan Onee-chan Elf yang membawa nama keluarga itu, kan? Tapi Rem-san dan Gadis Elf itu seharusnya cukup terampil ……?”


“Itu bukannya kalung perbudakan?”


“Siapa sebernarnya pria itu?”


Tampaknya efekThe Distorted Crownmembuat mereka mengira dia memiliki tanduk asli.


Itu equipment yang dia pilih karena kemampuannya, dia tidak khawatir dengan efek perubahan penampilannya sama sekali “membuatnya tampak seperti memiliki tanduk iblis yang tumbuh dari kepalanya” tapi …… Dia tidak pernah berpikir bahwa itu akan menjadi penyebab tatapan-tatapan aneh diarahkan padanya di dunia lain ini.


Namun, dia tidak bisa melepaskannya pada saat itu. Jika seorang Raja Iblis tiba-tiba melepaskan tanduknya, dia pasti akan menjadi seorang Raja Iblis yang gagal.
Rem mengabaikan keributan itu dan menunju ke arah tangga.


“……Tempat ini agak berisik tapi …… Itulah yang biasanya terjadi. Jadi Ayo, Pendaftaran petualang dilakukan di loket lantai 2.”


“Umu.”


Menyembunyikan keresahan pada dirinya, Diablo mengangguk. Shera takut pada orang-orang yang bercekcok secara terbuka.


“U, un.”


Mereka bertiga menuju tangga.

Tuesday, 29 May 2018

Isekai Maou to Shoukan Shoujo Dorei Majutsu Volume 1 Chapter 2 Part 1 Bahasa Indonesia



Trying Out Being an Adventurer – Part 1



Pagi berikutnya—


Dengan cahaya yang menyebar masuk dari jendela kecil, Diablo terbangun. Langit-langit yang tidak familiar, dinding yang dia tidak kenal. Segalanya tampak tua dan terbuat dari kayu, namun itu berkilauan.


Mungkin karena dia menendang selimutnya, selimut tersebut lepas dari tubuhnya. Tempat tidur dari jerami dengan seprai yang diletakkan di atasnya, itu lebih lembut dari yang dia fikirkan, namun masih agak keras. Meski dengan badannya yang tinggi, dia sama sekali tidak terganggu dengan hal itu.
  

Saturday, 26 May 2018

Isekai Maou to Shoukan Shoujo Dorei Majutsu Volume 1 Chapter 1 Part 7 Bahasa Indonesia



Being Summoned – Part 7



Setelah Diablo menyelesaikan tugasnya secara menyeluruh, dia meninggalkan penginapan.


Alasan dia keluar karena tubuhnya terasa pegal dan dia ingin mandi di malam hari. Gadis poster itu memperingatkannya bahwa itu tidak baik jika mandi di malam hari tapi ……


Jujur saja, diablo pasti berfikir
  

Friday, 25 May 2018

Isekai Maou to Shoukan Shoujo Dorei Majutsu Volume 1 Chapter 1 Part 6 Bahasa Indoneisa



Being Summoned – Part 6



Dia kembali ke kamar mereka dan mengunci pintu.


Hari, sudah malam.


Ruangan yang diterangi oleh cahaya lilin redup, cukup redup sehingga mereka hanya bisa melihat dinding, tempat tidur, dan penampakan mereka masing-masing satu sama lain.

Thursday, 24 May 2018

Isekai Maou to Shoukan Shoujo Dorei Majutsu Volume 1 Chapter 1 Part 5 Bahas Indonesia




Being Summoned – Part 5



Bar itu terletak di koridor yang terbentang di sisi kiri meja resepsionis penginapan.


Langit-langit, lantai, meja, meja-meja yang diatur memiliki ruang berukuran sedang di antara mereka …… Semua itu terbuat dari kayu berwarna gelap yang memiliki keharuman asap. Dindingnya terbuat dari batu.


Sedangkan untuk tamu saat ini, tidak ada siapapun selain mereka.


Wednesday, 23 May 2018

Isekai Maou to Shoukan Shoujo Dorei Majutsu Volume 1 Chapter 1 Part 4 Bahasa Indonesia




Being Summoned - Part 4



Faltra adalah kota yang memiliki iklim tropis dan diberkahi dengan sungai-sungai.


Penduduknya ramah dan ceria, dan karena saking nyamannya, jumlah petualangan yang tinggal di sini dapat dihitung dengan jari—seperti inilah settingan kota dalam game. 


Petualang yang tinggal di sini berlevel sekitar 60-an. Jauh dari titik balik cerita, itu bukanlah apa-apa, kecuali akhir dari opening(pembukaan) dalam game. Jika mereka tinggal di sini, mereka mungkin tidak akan melanjutkan petualangan……

Tuesday, 22 May 2018

Isekai Maou to Shoukan Shoujo Dorei Majutsu Volume 1 Chapter 1 Part 3 Bahasa Indonesia




Being Summoned - Part 3



Gadis-gadis itu telah memanggil DiabloDemon King, tapi ini adalah pertama kalinya untuk Diablo menyebut dirinya sendiriDemon King.


Mendengar kata-kata itu Rem menggangguk-angguk dengan rasa puas.


“…… Syukurlah …… aku berhasil memanggil Demon Kingdari dunia lain.”


“Begitulah seharusnya! Itu berkat ideku untuk melakukan ritual pemanggilan!”


Shera mengatakan itu dengan bangga.


Rem lalu menghela napas.


Isekai Maou to Shoukan Shoujo Dorei Majutsu Volume 1 Chapter 1 Part 2 Bahasa Indonesia



Being Summoned - Part 2



"..... Magic Reflectionadalah kemampuan yang luar biasa tapi ...... aku tidak akan menerimanya. Hal semacam ini."


"Sama juga! Aku tidak ingin diperbudak oleh makhluk panggilan!"


Rem dan Shera berteriak.


Pikir Takuma.


——Aku punya perasaan bahwa meninggalkan kedua orang yang tidak puas ini akan menjadi buruk.


Monday, 21 May 2018

Isekai Maou to Shoukan Shoujo Dorei Majutsu Volume 1 Chapter 1 Part 1 Bahasa Indonesia





Being Summoned - Part 1



Wajah dua gadis mendekat sampai mereka cukup dekat. Jadi ini adalah mimpi ––– itulah yang dipikirkan Takuma. Salah satu gadis itu, tidak peduli bagaimana orang memandangnya, dia seorang Elf. Untuk gadis yang lain, ada telinga segitiga seperti kucing yang tumbuh di kepalanya.


Keduanya, cukup cantik sehingga mereka tidak mungkin manusia biasa. Itu sebabnya, dia berpikir itu adalah mimpi, Takuma secara obyektif menatap wajah dua gadis cantik yang semakin dekat ––––––


Isekai Maou to Shoukan Shoujo Dorei Majutsu Volume 1 Prolog Bahasa Indonesia



PROLOG


Dalam game itu, hanya ada satu orang yang merupakan eksistensi yang disebut [Demon King] sejati.


Fantasy MMORPG Cross Reverie ––––


[Demon King] sejati bukanlah monster resmi. Ini adalah salah satu dari 300,000 orang di seluruh dunia yang disebut pemain Cross Reverie.


Saturday, 19 May 2018

OVERLORD Volume 13 Epilog Bahasa Indonesia



Epilog


Setelah kemenangan Sorcerer King, segalanya menjadi sangat sederhana. Para demihuman telah kehilangan keinginan untuk bertarung, jadi yang tersisa hanyalah menghabisi mereka. Secara praktis tidak ada korban jiwa dari Holy Kingdom, tetapi tanahnya dipenuhi mayat-mayat demihuman.


Sekarang jenderal musuh Jaldabaoth telah dikalahkan, tidak ada yang bisa berdiri di jalan Tentara Pembebasan Holy Kingdom.


Friday, 18 May 2018

OVERLORD Volume 13 Chapter 4 Part 6 Bahasa Indonesia





Savior of the Nation
Part 6


Ketika dipikirkan lagi, hasil kemenangan mereka adalah kalah sejak awal. Atau lebih tepatnya, pertempuran itu sendiri hanya membuang-buang waktu.


Yang bisa mereka lakukan sekarang adalah mengakhiri ini dengan sesedikit mungkin korban dan melarikan diri ke tempat yang aman. Namun, itu bukan hal yang benar untuk dilakukan.


Thursday, 17 May 2018

OVERLORD Volume 13 Chapter 4 Part 5 Bahasa Indonesia




Savior of the Nation
Part 5


“Nah, aku yakin masih ada kabar buruk yang belum kamu sampaikan?”


“Ya! Pangeranku! Apakah itu benar benar disarankan untuk membiarkan tuan-tuan ini kembali?”


“Itu akan tergantung pada laporanmu.”


Caspon pernah mengatakan kepada bawahannya bahwa mereka hanya bisa berbicara tentang berita yang merupakan pengetahuan umum dihadapan orang luar. Itulah mengapa pria ini adalah yang terakhir untuk tetap tinggal di tenda.


OVERLORD Volume 13 Chapter 4 Part 4 Bahasa Indonesia




Savior of the Nation
Part 4


Golka dibakar dengan pasukan lain yang lebih lemah darinya.


Golka menyadari sesuatu.


Dimata moster itu, Golka tidak berbeda dengan penduduk sipil disekitarnya


Jika saja aku lari, dia akan menyesal,  sebelum pikiran itu tenggelam oleh kesedihan dibakar hidup-hidup, Golka pingsan dengan jeritan yang pelang, memutar ke tanah seperti mayat disekitarnya.

Wednesday, 16 May 2018

OVERLORD Volume 13 Chapter 4 Part 3 Bahasa Indonesia



Savior of the Nation
Part 3



Seminggu setelah mereka bergabung dengan pasukan bangsawan Selatan, mereka menyelesaikan persiapan mereka dan memulai kemajuan baru.


Target mereka berikutnya adalah kota Prart, di sebelah barat Kalinsha.


Neia tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya saat dia gemetaran di punggung kuda.

Tuesday, 15 May 2018

OVERLORD Volume 13 Chapter 4 Part 2 Bahasa Indonesia



Savior of the Nation
Part 2


Setelah kembali keruangannya, Neia roboh ke kursinya. “Terima kasih atas kerja keras anda, Baraja-sama.”


Orang yang memanggilnya adalah seorang wanita yang tampaknya cukup ramah, dan sedikit suram.


Dia tampaknya berusia dua puluhan, dan ciri-ciri khasnya adalah sepasang payudara besar yang menarik mata pria dan rambut pendeknya. Dan ternyata, rambutnya pernah panjang, tetapi telah dipotong menjadi pendek di kamp penjara.