Being Summoned - Part 4
Faltra adalah kota yang memiliki iklim tropis dan
diberkahi dengan sungai-sungai.
Penduduknya ramah dan ceria, dan karena saking
nyamannya, jumlah petualangan yang tinggal di sini dapat dihitung dengan
jari—seperti inilah settingan kota dalam game.
Petualang yang tinggal di sini
berlevel sekitar 60-an. Jauh dari titik balik cerita, itu bukanlah apa-apa,
kecuali akhir dari opening(pembukaan) dalam game. Jika mereka tinggal di sini,
mereka mungkin tidak akan melanjutkan petualangan……
Meski begitu, tidak ada salahnya untuk melakukannya karna kota ini adalah kota
yang nyaman, hangat, dan indah. Di bagian luar dinding, itu terbuat dari batu
yang berbentuk oktagon.
Air mengalir, di mana air tersebut di paksa keluar
dari sungai, dan air itu mengaliri sekelilingnya. istilah ini dikenal sebagai
“parit”. air tersebut juga mengalir ke pusat kota, membuat bentuk kota tampak
seperti dibagi menjadi beberapa bagian.
Dinding batu dan parit berfungsi sebagai pelindung
dari para beast. Beast merupakan ancaman besar bagi penduduk. Para beast
tersebut juga menyebabkan kerusakan pada hasil panen. Namun, ada sedikit
ancaman yang lebih besar dari itu, itu dikenal sebagai demonic beings (ras
iblis) dan demonic beast (binatang iblis).
Yang melindungi kota bukan hanya benda fisik seperti
dinding batu atau parit. Di masing-masing sudut dinding batu segi delapan itu,
ada sebuah menara yang dipasang. Menara-menara itu panjang dan ramping layaknya
antena. Menara-menara itulah yang membentuk barrier (barrier) yang melindungi
kota.
Barrier itu tidak menghalangi siapa pun yang
mendekatinya untuk lewat, dan hanya akan bereaksi terhadap keberadaan yang
berhubungan dengan ras iblis dan serangan dari mereka. Karena barrier cukup
kuat, kota ini telah menjadi zona aman di mana demonic beings (ras iblis) dan
demonic beast (binatang iblis) tidak dapat masuk —setidaknya, seperti itulah
settingnya seharusnya.
Diablo terus menatap jembatan gantung yang berada di
sisi barat kota.
Dia sendiri adalah《Demon》. Itu adalah salah satu
ras yang bisa dipilih players saat mereka berpartisipasi dalam MMORPG Cross Reverie.
Settingan untuk《Demon》adalah — Meskipun mereka
manusia, mereka adalah ras yang mewarisi darah dari demonic beings dalam
beberapa bentuk. Mereka memiliki tanda lahir di wajah dan tubuh mereka yang
terlihat seperti tato, dan meski lebih rendah dibandingkan ras lain dalam hal
aktivitas fisik, mereka lebih unggul dalam hal-hal yang berkaitan dengan sihir.
Khususnya, nilai INT (kecerdasan) mereka adalah yang
tertinggi, yang mana itu menentukan besarnya kekuatan sihir, dan itu hanya bisa
dicapai oleh ras ini.
Namun, karena parameter mereka pada bagian HP (hit
point/darah) dan AGI (kegesitan) yang mempengaruhi kehidupan dan kematian itu
rendah, bahkan di antara magician lainnya, mereka adalah ras yang merupakan
players yang biasanya dilindungi oleh rekan mereka.
Menjadi penyihir iblis, untuk orang-orang yang suka
dengan kebebasan seperti Diablo, itu sangat langka di kota. Karena barrier kota
akan mencegat semua yang ada hubungannya dengan makhluk iblis dan barang-barang
seperti senjatanya dan pelindung yang dibuat oleh mereka tidak bisa masuk ke
dalam kota.
Oleh sebab itu, ada gerbang-gerbang di empat arah
utama dari kota, mungkin disana ada orang yang datang dan pergi. Dia bebas untuk datang dan pergi dalam game, tapi mungkin dia akan diperiksa
lebih ketat dari pada di Fort Bridge Ulg saat dia masuk ke salah satu gerbang
itu— Begitulah pikir Diablo.
Orang-orang yang “hidup” di dunia ini. Mereka berbeda
dari NPC yang hanya bisa bergerak sebagaimana mereka diprogram.
Saat mereka sampai di depan pintu gerbang, hari sudah
malam.
Matahari terbenam membuat pemandangan dinding batu di
bagian barat tampak berwarna merah yang agak gelap.
Dataran yang tertutup rumput yang sedang mereka pijak berwarna merah seperti
terbakar.
Dia berpikir bahwa itu adalah pemandangan yang indah.
Rem dan Shera yang sudah biasa melihat pemandangan itu mungkin tidak akan
mengatakan apapun, Diablo diam-diam melangkah.
Mereka melintasi jembatan gantung.
Enam penjaga yang memakai armor berdiri di depan pintu
gerbang.
Rem dan Shera melewati mereka sambil menyembunyikan
kalung budak mereka dengan menarik kerah baju mereka dan menutupinya dengan
tangan mereka.
Kali ini, mereka tidak dipanggil untuk berhenti.
Mereka merasa bahwa mereka sedang ditatap. Mereka
benar-benar menarik perhatian.
Mereka memasuki kota.
Turun di jalan utama yang memiliki banyak bangunan terbuat dari batu di
atasnya, Diablo menuju alun-alun kota.
Pergi ke alun-alun kota bukanlah kebiasaan di game,
hanya saja karena dia merasa melihat pemandangan yang cukup bagus. Jadi
tujuannya adalah untuk melihat-lihat kota.
Namun, karena lingkungan gerbang barat pada malam hari
penuh dengan manusia, itu jadi ramai.
Bahkan hanya untuk berjalan saja sulit dilakukan
—Jadi ini semua NPC.
Itu adalah jumlah orang yang bahkan tidak mungkin
dalam game. Ini adalah perbedaan alami karena jika ini di game, maka akan sulit
untuk berjalan di sekitar kota karena terlalu banyak NPC dan game tidak akan
menyenangkan sama sekali.
Sepertinya ada banyak「orang normal」yang tampaknya bukanlah seorang kasir,atau
resepsionis guild petualang, atau pun orang yang terlibat dalam pengembangan
quests.
Disana ada berbagai macam ras demi-human.seperti Elf
bertelinga panjang, pantherians bertelinga segitiga, kurcaci janggut kasar dan
bertelinga anjing, pejalan kaki yang tampak seperti anak-anak, namun memiliki
telinga dan ekor kelinci. Dan kemudian, meskipun itu tidak benar-benar terlihat
dengan jelas, ada iblis yang memiliki tanda lahir di wajah dan tubuhnya.
Mereka mengenakan pakaian dan armor, mambawa
barang-barang seperti tas dan senjata berat, berjalan sesuka mereka, saling
berbicara, dan berbelanja barang-barang yang mereka ingin.
Diablo tampak agak bersemangat diawal tadi, tapi ……
karena dia aslinya tidak suka dengan kerumunan dia jadi down. Selain itu,
dengan pemandangan yang tiba-tiba semacam itu, sarafnya jadi sangat kelelahan.
–Oh sial, aku mulai merasa mual.
Rasanya ini seperti kelahan yang tidak pernah dia
rasakan, tidak peduli berapa banyak dia berjalan sebelumnya dia rasanya ingin
jatuh sekarang juga.
Sambil menyembunyikan lehernya, Rem berdiri di
sampingnya dan, dengan wajah memerah karena malu,Rem berbicara dengannya.
“…..Per-permisi.”
“Ada apa?”
“……Aku mau, pergi ke penginapan t-tapi”
Wajahnya merah padam, dia gelisah.
–Dari tingkahnya itu mungkinkah dia ingin pergi ke
toilet?
Jika memang begitu, aku akan merasa tidak enak jika
aku menanyakan itu padanya.
“Fumu, kebetulan, aku juga berpikir bahwa sudah
saatnya kita menuju sebuah penginapan.”
Lalu saat itu ada suara yang sampai ke telinga Diablo.
“Itu kan Rem-san dan,” itu ”gadis Elves kan? Mengapa
kalian memiliki kalung budak di leher kalian?”
Mungkin karena kedua gadis itu berdiri diam. Pada saat
Diablo memperhatikan sekitar, kerumunan mulai mengelilingi kelompoknya.
Bisikan-bisikan dari orang-orang bisa terdengar.
“Eh? Bukankah seharusnya keduanya menjadi Summoners?”
“Kenapa mereka memakai kalung budak, bukankah itu
seharusnya dipakai oleh summoned beast yang mereka panggil?”
“Tidak juga, selain dipakaikan pada summoned beast,
kalung itu juga dipakai untuk budak ……”
“kalau dipikir-pikir betul juga ya, eh bentar-bentar,
jadi itu artinya keduanya jadi budak pria itu?”
“Sssst! Kamu terlalu keras…… coba perhatiin deh, wajah
pria itu cukup tampan. Bahkan di antara ras demon, tidak banyak yang memiliki
wajah tampan sampai sejauh itu. Dan apa tanduk itu …… memang melengkung dan
terlihat menyeramkan ……”
“Serius …… Untuk membuat Rem-sama menjadi budaknya,
bukankah dia orang yang berbahaya? Untuk saat ini, mungkin lebih baik kita
melaporkan berita ini ke Magician’s Society.”
“Gadis Elves itu juga, kayaknya dia juga dari keluarga
yang hebat, seingatku sih begitu, ya kan?”
“Hmph itu benar, dia tentu bukan gadis Elves biasa ……
Untuk menjadikan keduanya menjadi budak, seperti yang kuduga, pasti ada
beberapa cerita di baliknya ……?”
Oi, mereka melihat kemari. Akan berbahaya jika kita
terlibat dengan mereka. Pria itu mirip seperti ras demon.”
Itu adalah beberapa hal mengerikan yang kerumunan itu
katakan.
Tampaknya kata-kata itu sudah sampai ke telinga Rem
dan Shera. Wajah gadis-gadis itu memerah cerah dan mereka menundukkan kepala.
Bahu mereka sedikit gemetar.
—Aku tidak menyangka. Rupanya sistem perbudakan
berlaku di dunia ini!
Diablo berpikir bahwa alasan mengapa kedua gadis itu
merasa malu karena mereka memakai kalung budak yang ditampilkan di leher
mereka, alasannya karena mereka tidak ingin kenyataan soal sihir perbudakan
yang mereka gunakan dipantulkan pada diri mereka sendiri terbongkar, tapi
sepertinya Diablo salah mengartikan.
Alasan kedua gadis itu malu-malu karena mereka
disalahartikan sebagai seorang budak.
Karena tidak ada sesuatu seperti sistem perbudakan
dalam game, dia sama sekali tidak memikirkan hal itu.
Selain itu, Rem adalah selebriti yang dipanggil dengan
“-sama” yang ditambahkan pada akhir namanya dan juga sepertinya Shera adalah
“seseorang dari keluarga yang hebat”.
—Uwaahh, apa yang musti aku perbuat !?
Dia baru saja menyadari fakta kejam bahwa dia sedang
“memimpin” gadis-gadis terkenal “sebagai budak” di dalam kota.
Diablo menjadi sangat menyesal.
Mereka terus saja menarik perhatian, bahkan sekarang.
“Oi, kalian, apa kalian berdua akan tetap berdiri di sekitar situ? Kita akan pergi kepenginapan, bukan?”
Berkat orang-orang di kota yang membuat jalan setapak,
itu menjadi sedikit lebih mudah untuk berjalan.
Mereka tiba di depan penginapan.
Letaknya di antara gerbang barat dan alun-alun, itu
adalah bangunan yang terbuat dari batu.
Dalam perjalanan ke sini, dia dipandu oleh Rem dan
Shera.
Dalam Game, hanya ada satu penginapan di kota, tapi di
blok ini, ada beberapa penginapan. Di mulai dengan, seseorang tidak bisa masuk
“bangunan tak berguna” dalam Game. Bangunan yang tidak terkait dengan pencarian
memiliki pintu masuk terkunci.
Namun, dunia ini berbeda.
Mungkin saja, hampir semua bangunan bisa dimasuki, dan
bahkan bentuk papan nama pun tidak terstandarisasi. Mayoritas bangunan disini
adalah bangunan dua lantai yang memiliki atap segitiga, pintu kayu, dan terbuat
dari batu. Dia tidak bisa membedakan keduanya (yang digame dan yang di
lihatnya).
– Di masa lalu, ada RPG yang grafik pemandangannya
terlalu indah sehingga kamu tidak tahu harus ke mana kamu pergi dan tidak
berdiam untuk memandanginya saja. Game itu berjudul the dawn of the 3D age.
Memastikan untuk tidak tersesat mungkin lebih sulit
daripada menggunakan sihir ……
Dia pasti akan baik-baik saja jika setidaknya dia bisa
menggunakan peta dengan benar.
Ketika Diablo meraih kenop(gagang) pintu logam itu,
dia membuka pintu kayu, dan memasuki penginapan.
Sudah lama sekali sejak dia pergi ke sebuah penginapan
di kota.
Diablo, yang telah menyesuaikan diri dengan ruangan
itu dan mengubahnya menjadi
penjara bawah tanah, mengurangi jumlah waktu yang
dia dapatkan darinya.
Kegunaan penginapan dalan game itu tidak sebatas hanya
pada pemulihan HP dan MP.
Lantai pertama adalah sebuah bar, dan merupakan
tempat di mana seseorang dapat mengumpulkan informasi dari NPC atau berbaur
dengan sesama player.
Pertama-tama, ada meja resepsionis (meja tamu).
Di sana, ada kucing berkulit kuning – tidak, seorang
wanita muda Pantherian ada di sana.
Itu adalah NPC yang bahkan Diablo ketahui.
Wanita muda Pantherian itu menguraikan rambutnya yang
cokelat muda, yang turun ke bahunya, dan membuat wajah tersenyum.
"Halo ☆ Saya adalah gadis poster
penginapan” Relief “, Mei-chan ~ Kyaho!"
–Ahh, jadi tempat ini persis seperti di game.
Dia tidak tahu apakah dia harus lega atau jika dia
harus takjub, itu adalah perasaan senang.
Karena gadis resepsionis itu persis seperti ini bahkan
di dunia ini, Rem dan Shera tidak keberatan dan berbicara dengannya.
"…… Bisakah tolong beri
aku kunci kamar"
"Rem-chan, selamat datang
kembali ~ ☆
Apakah pemanggilannya sukses?"
"…… Itu sukses …… Hanya
pemanggilannya saja…."
Rem menyembunyikan tangannya yang digenggam.
Gadis poster penginapan itu tampak aneh.
"Apa ada yang aneh?"
"…… Meninggalkan ke
samping …… Aku ingin kamar tambahan."
– Itu bagianku, bukan?
Karena dia merasa tidak enak berutang budi padanya,
Diablo berpikir bahwa setidaknya dia harus membayar biaya penginapan sendiri.
Namun, bagaimana dia melakukannya?
Apa yang terjadi dengan uangnya?
Dalam game, itu hanya sesuatu yang ada sebagai data di
kanan bawah jendela. Itu bukan barang yang dimiliknya sekarang (mungkin
maksudnya, tidak ada lagi uang yang bertulisan di kanan bawah jendela).
Dia tidak memiliki sesuatu seperti tas jerami yang
dilengkapi dan dia juga tidak punya tempat untuk meletakkannya.
Uang di Cross Reverie disebut “Furis”. Uang itu bisa
berupa koin tembaga, koin perak, dan koin emas, tapi ……
Tidak peduli berapa banyak tempat lain di dunia ini,
tidak mungkin koin emas bisa beredar dalam kehidupan sehari-hari orang awam.
Kemungkinan besar, seharusnya ada koin perak dan tembaga, tapi dia tidak dapat
mempunyainya.
– Jadi singkatnya, sekarang, aku tidak punya uang?
Meskipun, jika perlu, mungkin saja dia berhasil
melewatinya dengan menjual peralatan dan barangnya. Dan jika ini adalah dunia
dengan pekerjaan yang disebut Petualang,
Diablo mungkin bisa dengan mudah
memperoleh penghasilan dengan kekuatannya ……
Gadis poster penginapan itu memiringkan kepalanya.
"Satu lagi ruangan?
Mungkinkah untuk Onii-san di belakangmu? Yahho ~, Onii-san. Aku penginapan ido –"
"Um!"
Tiba-tiba, Shera mengangkat suaranya.
Meski gadis poster penginapan itu kaget, dia
menanggapi Shera sambil tersenyum.
"Shera-chan juga, yahho ~ ☆ Apa kamu butuh sesuatu?
Jika kamu membutuhkan kunci, saya bisa segera mendapatkannya untukmu."
"Aku, aku…… Um …… aku
ingin mengajukan satu orang lagi di ruangan yang sama sepertiku, apakah itu
tidak masalah !?"
Wajahnya merah padam.
– Tidak mungkin, orang itu aku !?
Seperti yang diharapkan, Diablo menghentikan hal itu.
"Oi, kamu …… Tidak mungkin
kamu menyuruh aku untuk menghabiskan waktu di ruangan yang sama dengan orang
seperti kamu, bukan?"
Niat sebenarnya adalah "Berada di ruangan yang sama dengan seorang
gadis, aku tidak mungkin bisa tidur. Tolong hentikan, aku akan mati".
Shera menggesek giginya.
“Tapi tapi! Aku, aku tidak punya uang untuk menyewa
dua kamar! Tapi, jika kamu menginap di ruangan yang dipersiapkan Rem, itu agak
membuatnya terlihat seperti Rem adalah Summon Master!"
Rem mencemooh tertawa.
"…… Orang yang memanggil Diablo ke dunia ini adalah aku …… Oleh karena itu, wajar bagiku, sang Summon
Master, untuk menyiapkan sebuah ruangan untuk Diablo. Apakah kamu mengerti?
Sebaiknya kamu melewatkan waktu sendirian dengan cara yang buruk."
"Kamu benar-benar salah!
Akulah Summon Master! Karena itu, Summoner dan monster yang disummon harus
bersama!"
"…… Tidak, Diablo yang
hebat harus bersama seseorang yang sangat baik. Dengan kata lain, bersamaku……
Itu sebabnya, um …… aku akan, menyiapkan kamar …… Tidak, dia akan berada di
kamarku."
Diablo tidak punya uang.
Namun, berbagi kamar dengan cewek, apa yang bisa dia
lakukan !?
Yang terpenting, Rem dan Shera tidak berkompromi.
Pan pan! * Gadis poster penginapan bertepuk tangan.
"Oke ~. Sebuah ruangan
besar untuk tiga orang, saya akan menuntunmu kesana ~ ☆"
Shera panik.
"Eh !? Tidak, tidak, itu
akan sangat menggangguku, kamu tahu !? Mengapa aku harus berada di ruangan yang
sama dengan Rem !?"
"…… Berbagi kamar dengan
Elf bodoh seperti itu, itu benar-benar tidak menyenangkan."
Gadis poster itu memiringkan kepalanya sambil
tersenyum. Senyuman itu memiliki intensitas di belakangnya sehingga efek suara
yang mengancam "Ayo pergi pergi pergi …." bisa didengar di latar
belakang. Latar belakangnya.
"Ya ampun, ini mengganggu
saya jika kamu akan bertengkar di meja resepsionis ☆ Saya akan terus dan
menempatkan anak-anak yang buruk ini di ruangan yang sama, ‘kay"
Saat Rem mencoba lebih keberatan lagi, wajah tersenyum
akhirnya lenyap.
"Aku akan menendangmu keluar, mengerti?"
Karena intensitas yang berlebihan, Rem dan Shera
dengan penuh semangat mengangguk sementara dengan tubuh mereka yang gemetar.
Ketika gadis poster itu sekali lagi memasang wajahnya
yang tersenyum, dia menampilkan kunci untuk Diablo.
"Kalau begitu, senang
memilikimu (menginap di tempatnya). Tapi mohon untuk diam dan tidak ribut di
malam hari, ‘kay? Itu permintaan dari idola penginapan, Mei-chan ☆"
Dia mengambil kunci besar dan berat yang terbuat dari
besi.
Berbagi kamar dengan dua cewek ya ……
Di ruangan besar di lantai dua, hanya ada satu tempat
tidur besar.
– Jadi bukan tiga tempat tidur !?
Dalam game, tidak ada klasifikasi "ruangan besar" dan "ruangan kecil" hanya karena menginap
semalam, jadi ada beberapa berbedaan .
Tempat tidurnya terdiri dari bingkai kayu dengan
selembar kain yang diletakkan di atas sederet jerami yang dibungkus. Membuat
ruangan itu menjadi berbau jerami.
Tampaknya tempat tidur seperti ini digunakan di Eropa
abad pertengahan …… Dia tidak pernah berpikir bahwa dia harus tidur di tempat
tidur jerami. Apalagi dengan dua cewek.
Jika dia mengatakan pada dirinya sendiri dari tadi
malam
"Besok malam, kau akan
tidur dengan gadis Elf dan Pantherian yang cantik di tempat tidur", dia pikir dia akan
membalasnya dengan
"Eh !? Apakah aku, sudah
menjadi gila !?"
Hanya ada satu selimut.
Dia tidak berpikir bahwa mungkin cukup dingin bagi mereka untuk membeku di
malam hari tapi ……
Satu lembar, ya.
Tidak ada furnitur selain itu. Jendelanya cuma papan
kayu dan kaca yang tidak digunakan sama sekali.
Papan lantai yang dipoles dan berkilau dan dinding
berwarna meringue. Tidak memiliki loteng, langit-langit segitiga yang memiliki
papan yang terpasang di balok adalah struktur arsitektur Eropa Abad Pertengahan
yang belum pernah ia lihat di era modern.
Tempat lilin yang dipasang di dinding membawa suasana
antik.
Ruangan itu sederhana.
Namun, Diablo merasakan kegembiraan dari suasana yang ia lihat untuk pertama
kalinya.
Sudah cukup bahwa dia tidak akan kehilangan minat untuk tidak memandangi
ruangan dari pintu masuk tapi –
Ada satu tempat tidur.
Dengan tempat tidur di antara mereka, Rem dan Shera
saling melotot terlihat tak senang.
"…… Mengapa aku dimasukkan
ke ruangan yang sama denganmu? Dengan semua hak, itu menjadi nyaman melewati
waktu dengan satu (merasa nyaman karena bersama) …… Tidak, oleh dua orang ……
Bisakah aku melewati waktu …… Tidak, aku seharusnya sudah melewati waktu."
"Itu kata-kata ku! Cukup!
Jika kau tidak mengatakan bahwa kau adalah Summon master Diablo, aku akan
menyelesaikan pendaftaran Petualangku sejak lama!"
Mereka telah menempatkan tempat masing-masing di sisi
tempat tidur.
Diablo berdiri di pintu masuk kamar.
Karena sepertinya dia bisa melangkah bahkan ke salah
satu dari mereka (mendekati salah satunya), salah satu dari mereka pasti mulai
menangis atau marah, dia tidak bisa dengan sembarangan bergerak.
"…… Bagaimana Elf pengembara yang bahkan belum
menyelesaikan pendaftaran Petualang membiayai penginapan? Berkemah adalah
sesuatu yang kamu mampu, benarkan."
"Gaya hidup tanpa tempat
tidur tak bisa dibayangkan, kamu tahu !? Tentang uangnya …… yah, itu …… aku
akan mendapatkannya setelah itu …… dan jika aku tidak mendapatkannya, itu akan
menjadi gawat……."
"…… kau, tidak mungkin itu, kau tidak punya uang untuk
biaya penginapan, bukan?"
"Aku memilikinya! Aku ……
memilikinya, aku merasa seperti …… aku memilikinya …… barang bagus yang dapatku
ambil dari harta karun …… Itu, tidak masalah! Karena aku akan mendapatkannya!
Karena aku akan mendapatkannya bersama dengan Diablo!"
"…… aku sudah bilang
jangan gunakan Demon King yang ku summon sesukamu"
– Dua orang ini benar-benar suka bertengkar.
Diablo merasa terganggu namun dia merasa senang.
Meskipun mereka telah menarik senjata mereka untuk pertama kalinya, sekarang,
mereka bertengkar hanya dengan mulut mereka.
Meskipun demikian, ada sesuatu yang ingin dia lakukan
sebelum membiarkan mereka terus bertengkar.
"Oi, kalian daripada bertengkar tanpa perasaan, mari
kita saling bercerita tentang diri kita masing-masing."
Dia tahu nama mereka dari arus percakapan.
Pantherian bertubuh kecil berambut hitam dan
bertelinga itu adalah Rem Galeu. Memiliki sekitar tujuh binatang yang dipanggil
dan tampaknya merupakan Summoner yang sangat bagus, dia juga seseorang yang
memiliki panggilan "-sama" yang terikat pada nama saat dipanggil.
Yang berambut pirang, memiliki payudara besar dan
seorang Elf adalah Shera L Greenwood. Dia ingin menjadi seorang Summoner tapi
tampaknya dia mengkhususkan diri pada memanah. Dia juga tampaknya "dari
keluarga yang kaya".
Itu tentang informasi yang dia tahu tentang keduanya.
Untuk keluar dari sini, dan agar Diablo berhasil hidup
di dunia ini, dia tidak punya pilihan selain mendapatkan banyak informasi dari
keduanya.
– Aku tidak tahu apakah aku bisa kembali ke dunia
asliku.
Bukannya dia harus hidup dengan salah satu dari mereka "Master Summon", tapi kemungkinan hidup dengan gaya hidup seperti ini adalah
hal yang terbaik untuk saat ini.
Sangat penting untuk dia mengetahui ciri-ciri gadis-gadis itu.
Jika alasan mereka melakukan petualangan adalah
sesuatu seperti "mencari tempat untuk mati" atau "bertemu dengan pria yang
lebih kuat dariku", dia tidak bisa berteman dengan mereka.
Di dunia ini yang terasa nyata, mungkin tidak hanya
akan berakhir jika kamu mati, kamu akan kehilangan beberapa poin pengalaman dan
memulainya kembali (seperti di game pada umumnya) .
"Pasti ada beberapa situasi yang membuat kalian berdua
memanggil seseorang sepertikukan …… aku akan mengizinkannya, beritahu aku
tujuan dan kemampuan spesialmu."
"….. Apakah akan baik-baik saja jika kamu memikirkan
apa yang akan kau lakukan sebagai summon master?"
"Eh, benarkah !? Kamu bersedia menjadi Summuned Beast
!?"
"Menurut pemikiran dan kemampuanmu, aku mungkin
bersedia untuk mengulurkan tangan untukmu."
Padahal, yang sebenarnya adalah agar dia diam saja.
Tapi dia tidak bisa hidup jika dia tidak mendapatkannya.
Di depannya, Rem malu membuka mulutnya.
"…… Izinkan aku untuk memperkenalkan diri ku lagi ……
aku adalah Rem Galeu. Mengapa aku bermaksud menjadi petualang adalah, ini lebih
seperti aku tidak punya pilihan kecuali melakukannya, tapi …… Itu karena aku
perlu terus menunjukkan kekuatanku."
"Perlu terus menunjukkan
kekuatanmu?"
"…… Artinya, masalah
pribadi!."
Dia mengintip ke arah Shera. Mungkin ada sesuatu yang
sulit diucapkan di depannya.
Rem terus berbicara.
"…… Bagaimanapun juga, aku harus kuat sebagai
petualang …… Dan kemudian, aku memiliki tujuan akhir untuk mengalahkan Demon King Krebskrem dan menghancurkan jiwanya."
Tujuan penaklukan Demon King adalah sesuatu yang
seharusnya alami sebagai petualang.
Paling tidak, dalam game, begitulah cara
pembuatannya.
Namun, biarpun itu adalah sikap resmi, pada
kenyataannya, tujuannya bisa berubah menjadi uang atau untuk prestasi.
Berdasarkan cara berbicaranya, mungkin kepribadiannya
yang serius.
Atau mungkin itu karena dia menyembunyikan tujuan
sebenarnya.
"….. Keahlian khususku adalah, teknik summon. Selain
memanggilmu, Demon King dari dunia lain, aku telah membuat kontrak tujuh Summon
Beast yang kuat. Saat ini, mereka berubah menjadi kristal dan ada di kantongku."
"Umu, aku mengerti."
Dia tampak seperti punya banyak rahasia.
Namun, dia tidak terlihat seperti orang bodoh – itulah menurut Diablo.
Cara dia berbicara itu intelektual dan bijaksana.
Betapa dia terdengar seperti dia memiliki banyak rahasia karena dia berbicara
sambil bersikap hati-hati tentang berapa banyak informasi yang harus dia
ungkapkan.
Pantherians harus menjadi ras yang sesuai dengan tipe
speed-fighter. Jika dia hebat sebagai Summoner, yang merupakan turunan dari si
Penyihir, pasti ada alasan untuk menumpuk usahanya.
Dia tidak membenci pekerja keras.
Juga, dia imut.
Tubuhnya yang masih berkembang dan kencang, tinggi
badannya pendek, dan pakaiannya yang dinamis sangat cocok untuknya.
Pantherian tidak hanya memiliki telinga seperti
kucing, mereka juga memiliki ekor fleksibel, panjang dan sempit. Ekor yang
keluar dari rok lipitnya yang tinggi.
–Ahh, tidak tidak tidak! Ini bukan saatnya memikirkan
hal seperti itu!
Agar bisa mengacaukan fakta bahwa dia secara tidak sengaja mengendurkan
mulutnya, dia berdeham.
Shera membuka mulutnya dengan tak puas.
"Jika kamu sudah memiliki
tujuh dari mereka, maka tidakkah lebih baik jika memberikan Diablo kepadaku!"
Rem menghela napas.
"…… kau benar-benar bodoh, kah? Ada dua kesalahan
dalam satu kalimat itu. Pertama, aku sudah mengatakan bahwa Diablo bukanlah
Summoned beast. Dan kemudian, yang lainnya adalah bahwa tidak mungkin
memindahkan Summoned beast ke yang lain."
"Aku katakan bahwa yang disebut Diablo adalah aku!
Hei, kau juga berpikir begitu, kan !?"
Kalimat itu dibawa ke arahnya.
Membuat matanya berkilau, Aku ingin kau setuju dengan aku – tertulis di
wajahnya.
Diablo mendesak Shera dengan dagunya.
"Kamu juga harus mengoreksi diri sendiri. Tergantung
pada apa yang kamu katakan, aku tidak keberatan untuk mempertimbangkannya."
Dalam sekejap, ekspresi Shera menjadi cerah.
"Benarkah!? A, aku sera L. Greenwood! Aku kebetulan
memiliki nama bangsawan yang sama dengan kerajaan Elf tapi aku sama sekali
tidak berhubungan dengan mereka, oke !?"
–Ahh, jadi begitulah yang sebenarnya.
Dia merasa telah membaca nama Greenwood di suatu
tempat dalam catatan pengaturan.
Seperti yang Shera katakan, itu adalah nama hutan yang merupakan tempat tinggal
bangsa Elf. Dan kemudian, tampaknya Greenwood adalah nama keluarga dari
bangsawan Elf bahkan di dunia ini.
Ada juga saat dimana kamu menyelamatkan putri dari
sebuah misi. Juga, ini sedikit bukti tapi, sepertinya itu tidak
bisa dimasukkan sebagai nama player.
Rem dimasukkan ke dalam jawaban.
"…… Jika kau tidak memiliki hubungan, akan baik-baik
saja jika kau tidak secara tegas menyebut dirimu itu."
"Ah, benar juga! mengapa aku membuatnya sehingga aku
tidak mengatakannya! U, umm …… tidak apa-apa untuk melanjutkan seolah-olah aku
tidak mengatakan itu, benar !?"
Padahal, saat mereka pertama kali bertemu di Starfall
Tower, dia sudah menamai dirinya sendiri seperti ……
"Lakukan sesukamu."
"Bagaimanapun, karena itu,
eh ~ …… alasan mengapa kupikir aku akan mencoba menjadi petualang adalah,
karena sepertinya aku akan menghabiskan seluruh uangku dan, para pengejarnya ……
Umm, yosh, itu adalah, berbagai hal terjadi, dan aku pikir akan lebih baik jika
aku bersama dengan orang yang kuat. Juga, bepergian sendiri sudah lama dan
terasa sepi …… Juga, aku benar-benar memiliki bakat seorang Summoner!"
Mungkin karena dia ingat sesuatu di tengah, dia
membuat ekspresi sedih sesaat saja.
Dia tampak dasar dalam kehati-hatian tapi kejujurannya membuat kesan yang baik.
Karena dia tidak bisa merahasiakannya, kemungkinan akan ada banyak masalah,
tapi jika dia bersama dengan gadis ini dengan kepribadian ceria, mungkin tidak
akan ada kegelisahan yang menyusahkan.
Padahal, sama seperti Rem, tidak ada salahnya dia menyimpan sesuatu yang
rahasia. Juga, dia cantik.
Sama seperti bagaimana pengaturan bagi Elf adalah bahwa "mereka paling dekat dengan makhluk ilahi
(dewa) di antara semua ras",
rambut berkilau, kulit putih, dan tubuh ramping, semuanya tampak seperti
dirancang seperti pahatan. Dan meskipun semua itu, gerakan mereka fleksibel dan
penuh keanggunan.
Selanjutnya, Shera memiliki tonjolan melimpah di
dadanya. Ketika dia melihat mereka, dia mulai berhenti memperhatikan hal-hal
yang sulit seperti keamanan dan petualangan.
–Tidak tidak Tidak! Hidup itu penting! Seperti yang
kukatakan, ini bukan saatnya memikirkan hal semacam itu!
Tenanglah, tenanglah, itulah yang Diablo katakan pada dirinya sendiri.
Shera meletakkan tangannya di tempat tidur dan
menyandarkan tubuhnya ke depan.
"D-demikian! Ini adalah pengenalan diriku! Jadi Diablo
tidak masalahkan menjadi Summoned Beast ku , benar !? Oke!?"
Karena sikapnya yang condong ke depan, * Tayun *,
tonjolannya bergetar dan lembah bola itu ditekankan.
Ekspresi wajah Rem berdegup kencang.
"……Kau pengecut."
"Apa yang kamu bicarakan, Rem !? Aku tidak
menceritakan kebohongan apapun!"
"…… aku tidak ingin namaku dipanggil tanpa kehormatan
oleh Elf tinggi-ber-lemak yang memiliki daging tanpa biji."
"Ap !? Aku juga tidak ingin disebut sesuatu seperti
Elf tinggi-ber-lemak! Namaku Shera!"
"…… Haruskah aku memanggilmu Shera yang tinggi?"
"Haaaa !?"
Mereka mulai bertengkar lagi.
Padahal, Diablo memang mengerti bahwa dia tidak memilih salah satu dari mereka
adalah karena mereka selalu bertengkar.
– Aku masih tidak dapat mengatakan "aku akan menjadi
kekuatanmu dan hanya hidup untukmu".
Tampaknya ada yang disembunyikan mereka, tapi mungkin
mereka punya alasan untuk tidak membicarakannya.
Sambil memikirkan apa yang harus dilakukannya, dia menatap gadis-gadis yang bertengkar.
Jika dipikir-pikir, mereka diperingatkan agar tidak ribut.
Mungkinkah itu gadis poster?
Diablo melangkah menjauh dari depan pintu. Saat itu, sejak dia dengan santai
pindah ke sisi Rem, Shera membuat wajah seperti baru saja mendapat kejutan tapi
…… dia berpura-pura seperti dia tidak menyadarinya. Jika dia menyelidiki hal
itu sekarang, itu akan menjadi masalah.
Rem, siapa orang yang membayar tagihan ruangan itu,
menanggapi ketukan sebagai permasalahan
"……Silahkan masuk."
"Permisi."
Suara itu seperti suara bel.
Pintu terbuka.
Yang datang, dia wanita yang cantik. Dia terlihat seperti orang yang anggun. Rambutnya yang biru panjang yang menempel di
kepalanya, dia dapat mengalihkan pandangan kedadanya.
Dia ditutupi mantel merah, yang memiliki bordir emas
mewah yang dipasang padanya, seolah-olah itu adalah mantel, tapi pada saat yang
sama dia memberi salam, dia mengusapnya di belakangnya.
Karena dia benar-benar ditutup dengan jubah biru muda
yang tampak lembut yang memiliki tinggi dari bahu sampai ke pergelangan
kakinya, tidak ada kulit yang terpaparkan, tapi karena memiliki desain yang
ketat, Bentuk tubuhnya yang montok menjadi terbentuk.
Dia agak bingung kemana dia seharusnya menatap……..
Yang dipegangnya di tangannya adalah tongkat porselen
putih yang indah dengan hiasan emas. Dia mengerti bahwa dia termasuk ras
Penyihir.
Menilai dari pakaian kelas pertamanya, dia pasti orang
dengan posisi tinggi – itulah yang Diablo tebak.
Umurnya…, mungkin dia berusia dipertengahan dua
puluhan. Meskipun dia hanya tersenyum, aura tersembunyi bisa dirasakan di dalam
dirinya.
"Halo, semuanya …… Rem-san, jadi kamu benar-benar
sedang berbagi kamar. Karena sepertinya kamu telah mendepatkan teman , itu
membuat saya sangat bahagia."
Rem menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan.
"…… Kami bukan teman. Inilah yang saya summon dari
dunia lain dan tambahan yang tidak terlalu saya mengerti. Tolong anggap saja
dia sebagai lumut yang menempel di dinding dan abaikan saja dia.lagi pula
Pakaiannya berwarna hijau semua."
"Bukankah itu terlalu
berarti !?"
Shera menatap.
Saat wanita itu dengan ceria tertawa, dia membalas
salamnya.
"Ufufu …… Ini pertama kalinya kita bertemu, bukan?
Saya disebut Celestine Bordorel. Panggil saya celes, oke Meskipun saya datang
hari ini karena bisnis dengan Rem-san, bagaimanapun, saya ingin mendengar
cerita tentang kalian berdua."
Sikapnya yang sedikit memiringkan kepalanya ke satu
sisi terasa manis.
Meskipun dia dewasa dan lembut, dia juga memiliki
pesona seperti anak kecil. – bagaimanapun, Celestine? Ini juga nama lain yang
pernah aku baca di suatu tempat … Jika aku tidak salah, dia adalah Masyarakat
dari ras Penyihir ……
Dia telah mengingatnya, tapi dia berhenti
menyuarakannya.
Itu karena akan aneh jika Demon King yang datang dari dunia lain tahu tentang
hal itu.
Syukurlah, nampaknya Shera yang menyadarinya.
"Eh !? Bagaimanapun,
apakah kamu salah satu dari Magician Society di kota ini? Celestine
Bordorel-sama !?"
"Iya. Ada beberapa kebetulan yang bertumpuk di atas
satu sama lain dari yang kalian katakan, dan sekarang saya sekarang bertindak
sebagai kepala di Faltra Magician Society."
Meski Celes tampak malu, dia mengangguk.
–Magician Society.
Dalam game, itu adalah sebuah organisasi yang tidak
dapat diikuti player, tapi itu adalah nama yang sering ia baca.
Jika jenis sihir mengalami peningkatan dari update, "Ini adalah penemuan baru
oleh Masyarakat penyihir ~" adalah bagaimana hal itu akan dijelaskan.
Itu dan, ada kalanya nama itu muncul sebagai peminta
quest.
Sebagai sebuah organisasi, ini mungkin memiliki kesan lembaga penelitian yang
dikelola oleh negara.
Biasanya, hanya satu yang akan ada di setiap kota,
tapi ada juga kasus langka dimana akan ada dua atau lebih.
Semua Masyarakat Penyihir telah membangun hubungan
kerja sama yang jauh, namun karena karakteristiknya berbeda di setiap kota, ada
kelebihan dan kekurangannya.
Namun, mereka juga memiliki setting yang umum.
Hambatan yang melindungi kota dikelola oleh kepala
Masyarakat Penyihir di kota itu.
Dengan kata lain, dengan keberadaannya, Frontier Town
Faltra akan dilindungi dari makhluk iblis dan binatang iblis.
Dia juga pernah melihat nama Celestine Bordorel sebagai pemohon quest, tapi dia
tidak ingat akan penampilannya sebagai NPC. Jadi dia memiliki penampilan
seperti ini.
-Mengapa teguran besar seperti itu secara jelas datang
ke sebuah penginapan di pinggiran kota?
Celes seharusnya sudah kehabisan kekuatannya untuk mempertahankan penghalang di
departemen pusat Magician Society. untuk termotivasi seperti itu secara jelas
datang berkunjung, mungkin ada alasan yang sesuai.
Dia meletakkan tangannya bersama dengan * pon *.
"Saya tahu. Semua orang, maukah kamu makan malam
bersama saya? Melihat bagaimana kamu memiliki beberapa keadaan yang rumit."
Matanya yang tampak sempit dari wajahnya yang tersenyum berbalik menghadap Rem
dan Shera.
Di sana, tampak terpasang kalung perbudakan.
Diablo mengangguk setuju.
"Ngomong-ngomong. Aku baru saja lapar."
"…… Kalau begitu saya akan
duduk bersamamu. Lagi pula, saya adalah Master Summon Diablo."
"Kamu licik mengatakannya di depan Celes-sama! Sudah
aku katakan bahwa Diablo adalah milikku!"
Mulai lagi dua orang ini.
Celes memiringkan kepalanya.
"Uun …… Sepertinya situasinya lebih rumit dari yang
saya duga, bukan? Bersama dengan masalah itu, kita mungkin bisa menunjukkan
beberapa cara untuk menyelesaikan sesuatu. Sekarang, ayo pergi."
Memutar tumitnya, dia meninggalkan ruangan.
Rem terus mengejarnya.
Dibandingkan dengan bagaimana dia bertengkar beberapa saat yang lalu, Shera
terus mengejar mereka dengan cara berjalan ringan.
"Makanan ~, makanan ~,
beberapa makanan yang tepat~"
– Harus dipikirkan, dia bilang dia tidak punya uang,
bukan? Dengan beberapa kemungkinan, dia mungkin tidak memiliki makanan yang
layak.
Lagu itu sangat menyedihkan.
Meski Diablo sempat mengatakan demikian dengan
mulutnya, dia merasa tidak lapar lagi.
Yang dibutuhkannya adalah informasi lebih dari sekedar
makan.
Mungkin bisa disebut kebetulan untuk dapat berbicara
dengan tokoh kunci kota.

No comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan Sopan