Beginning
the Counterattack
Part
5
Ainz
memandang ke luar daerah kota, yang dalam keadaan panik karena kemunculan
pasukan demihuman, dan dia perlahan rubuh.
Ini
bukanlah suatu kebohongan. Perasaan dan jiwa Ainz menegang sampai batasnya
karena kelelahan, dan meskipun bentuk undeadnya, dia berlutut karena batinnya
yang lelah dan mencengkeram wajahnya.
Apa
yang harus aku lakukan ... apa yang harus aku lakukan setelah ini ...
Pada
dasarnya, Ainz telah mengikuti tulisan Demiurge. Tentu saja, tidak setiap kata
dan tindakan tertulis, jadi dia sedikit berimprovisasi, tapi meski begitu, Ainz
berencana mengikuti perkembangan rencana Demiurge.
Atau
lebih tepatnya, masalahnya adalah bahwa dia telah melakukan improvisasi terlalu
banyak. Terus terang, petunjuk operasi yang dia dapatkan dari Demiurge pada
dasarnya adalah: “Tolong beradaptasilah dengan situasi” dan hal lain seperti
itu.
Ini
sudah terlalu banyak. Itulah dugaan Ainz saat pertama kali melihat petunjuknya.
Jika Ainz adalah orang yang luar biasa, mungkin dia bisa mengikuti petunjuk itu
dan memainkan peran sebagai Sorcerer King dengan sempurna.
Tetapi,
yang paling disesalkannya, kemampuan Ainz biasa saja, atau bahkan lebih buruk
dari itu. Dia mengingat hal-hal seperti ini: Ainz telah meminta,
“Aku
tidak mengerti, tulislah lebih terperinci”, dimana
Demiurge dengan rendah hati menjawab dengan “Bagaimana
mungkin saya melakukan sesuatu yang kasar terhadap Ainz-sama yang cerdas”, dan
hal ini telah menyebabkan diskusi yang hebat .
Dia telah menarik Albedo ke dalam diskusi
ini di tengah jalan, dan Ainz - yang memulai dengan kerugian besar -
mengakhirinya dengan kerugian yang sama pula. Jadi, petunjuk operasi yang
memberinya wewenang penuh berakhir di tangan Ainz. Jika ini adalah lelucon dari
Demiurge, dia mungkin bisa menghadapinya dengan cara lain, tapi ini adalah buah
dari kepercayaan dan rasa hormat bawahannya.
Lebih
tepatnya, pernyataan tersebut dibuat dengan sangat jelas seperti
“Anda
pasti bisa mencapai kesimpulan yang lebih baik, Ainz-sama - bagaimana mungkin
seseorang tak berarti seperti saya mengikat Anda dengan kata dan perbuatan
saya?”
Jika
kamu berpikir dengan akal sehat, mengapa raja negara lain akan datang dengan
sendiri ... pendapat yang tidak masuk akal ... tetap saja, aku sudah
melakukannya sejauh ini. Meskipun aku menimbulkan beberapa masalah di sepanjang
jalan dan sedikit ceroboh beberapa kali, aku masih sampai sejauh ini ...
Dia
tidak percaya pada tuhan, tapi dia ingin berdoa kepada mereka dengan segenap
hatinya.
Tidak
dapatkah Demiurge dan Albedo mempertimbangkan kemampuanku sebelum melimpahkan
misi kepadaku. ...
Apa
Demiurge dan Albedo sekiranya mempertimbangkan kemampuanku sebelum memberikan
misi ini padaku...
Diminta
untuk melakukan hal yang tidak mungkin membuat motivasinya menciut.
...
Baik, tenanglah, diriku. Nanti akan lebih mudah setelah aku melewati ini.
Ainz
melimpahkan kekuatan ke kakinya, lalu dia berdiri.
Rencananya telah sampai pada pertengahan
tahap yang sangat penting, tapi itu juga hal yang buruk. Menurut Demiurge, jika
mereka membentuk garis pertahanan di kota ini, mereka akan menyerang sampai
korban mencapai 85%.
Ainz
tidak tahu apa yang dia bicarakan. Karena Demiurge merasa seharusnya begini,
maka itu seharusnya menjadi jawaban yang lebih baik daripada yang dilakukan
Ainz. Jika semua kematian itu membawa manfaat bagi Nazarick, maka biarkan
mereka mati.
Sebaliknya,
Ainz akan memikirkan apakah membunuh lebih banyak akan membawa manfaat lebih
bagi Nazarick dan hal-hal semacam itu. Tetapi, masalahnya terletak pada fakta
bahwa Demiurge telah meminta Ainz untuk manusia di sini yang tidak dibunuh.
Terus terang kalau itu saja, maka dia akan secara acak memilih beberapa dan
selesai dengan itu, tapi ada satu hal lagi yang harus diperhatikan. Itu adalah
manusia yang setia kepada Ainz, atau yang mungkin bisa dibujuk untuk bergabung
dengan pihak Ainz.
『Saya merasa kalau
pasti ada beberapa manusia yang akan setia kepada Anda seperti para dwarf itu,
maka tolong beritahu saya nama mereka, dan ketika saya bergerak, saya akan
berusaha untuk tidak membunuh mereka.』
Ketika
dia menerima pesan dari Demiurge, dia bahkan berpikir, Apakah kamu bercanda?
Karena
dia meragukan pemikiran Demiurge.
“...
Tidak ada yang seperti itu.”
Perkataan
sedih itu berhasil keluar dari Ainz. Tidak ada manusia di sini yang setia pada
Ainz.
Sebaliknya,
dia sangat merasakan seberapa dibencinya undead di Holy Kingdom.
Pada
keadaan yang mengerikan ini, berapa banyak orang yang akan setia kepada
dirinya?
Demiurge
dengan tulus percaya kalau Ainz pasti bisa mempesona beberapa manusia. Jadi apa
jadinya sekarang jika dia mengatakan ke Demiurge kalau dia tidak berhasil
melakukannya dengan siapapun?
Aah
Perutku sakit ...
Dwarf
yang Demiurge bicarakan pasti Gondo Firebeard, tapi itu saat itu ainz hanya
beruntung. Dia memperoleh hasil baik yang genting dengan kelemahan di hatinya
hanya karena keberuntungan, dan keberuntungan semacam itu tidak akan terulang
kembali.
Dan
justru karena dia memiliki sejenis informasi yaitu Gondo karena dia Ainz jadi
mengingat konsep runesmith kembali di hatinya. Namun, tidak ada yang seperti
itu di Holy Kingdom.
Ada
satu orang yang sudah membentuk hubungan pertemanan dengan dia, Neia Baraja,
tapi hanya itu saja.
Lagi
pula, dia memberinya magic item untuk memperbaiki hubungan mereka dan juga untuk
alasan lain, tapi seberapa efektifnya itu masih belum jelas.
Dia
terus menatapnya dengan mata pembunuh, jadi mungkin sebaiknya dia tidak
mengharapkan sesuatu yang baik untuk melakukannya.
Apa
yang akan Demiurge pikirkan jika aku mengatakan kepadanya bahwa hanya ada satu
orang, Ainz bertanya pada dirinya sendiri.
Akankah
citra Ainz yang Demiurge simpan di dalam hatinya tidak akan hancur? Lalu, apa
yang akan terjadi di masa mendatang?
Di
Dwarven Kingdom, aku mengatakan ke Demiurge kalau aku tidak begitu cerdas, tapi
saat itu sepertinya dia sama sekali tidak mempercayaiku ... ini buruk. Seberapa
hebatnya aku di matanya? Atau lebih tepatnya, sepertinya aku semakin bertambah
hebat dan hebat; apa aku membayangkan sesuatu? Biasanya, bukan sebaliknya?
Dulu,
dia telah memikirkan betapa berat dan menyakitkan kata “tugas”. Lebih tepatnya,
bagian di mana bawahannya memandang Ainz sebagai makhluk agung adalah yang
paling menyakitkan dari semuanya.
Kurasa
aku harus mengambil kesempatan ini untuk mengatakan ke Demiurge kalau aku tidak
terlalu hebat, tapi apa yang akan terjadi jika aku melakukannya? Apa yang harus
aku lakukan jika hal itu menyebabkan rencana yang sudah dikerjakan Demiurge
begitu lama berakhir dengan kegagalan? Jika aku menghabiskan beberapa tahun
merayu klien besar, hanya untuk gagal karena sepatah kata dari bos bajingan
yang tidak peduli dengan semua itu... Ahhh,
kata
Ainz sambil menggaruk kepalanya yang tidak berambut.
Apa
yang harus dia lakukan?
Apa
jawaban terbaik yang bisa dia berikan?
Tidak
peduli bagaimana dia mencoba mensimulasikannya, semuanya berakhir dengan
Demiurge menatapnya dengan kecewa.
Dia
tidak bisa mencapai kesimpulan yang bisa dia terima. Dia mengharapkan terlalu
banyak dariku - semakin tinggi mendaki, maka semakin dalam jatuhnya . Itulah
mengapa aku mengatakan kalau aku tidak hebat sama sekali ...
Dan
kemudian, rencana Ainz sendiri sudah gagal.
Ainz
merogoh sakunya dan menarik pedang. Itu adalah pedang biasa yang bertuliskan
rune. Tapi, itu berisi kekuatan yang sama dengan panah yang dipinjamkannya pada
Neia.
Tentu
saja, ini bukan rune dari para Dwarf. Rune yang terukir tidak memiliki kekuatan
sama sekali. Ini adalah peralatan yang dibuat dengan teknik YGGDRASIL.
Ainz
menghela napas.
Dia
memiliki beberapa senjata seperti ini. Rencana awalnya adalah meminjamkan
senjata ini ke Holy Kingdom.
Orang-orang
Holy Kingdom akan terpesona oleh kekuatan pedang yang luar biasa dan berpikir, jadi
ini kekuatan senjata yang terukir dengan rune yang pada akhirnya akan
meningkatkan reputasi senjata rune Sorcerous Kingdom.
Inilah
adalah alasan lain mengapa dia meminjamkan senjata itu ke Neia.
Dia
merasa kalau orang-orang Holy Kingdom akan melihat senjata itu dan diam-diam
meminjamnya dari Ainz.
Tetapi---
Ainz
meraih kepalanya.
Kenapa
tidak ada yang meminjamnya? Aku bahkan berpikir orang akan membicarakannya
karena sangat mencolok ... kurasa seharusnya aku memaksanya ke garis depan dan
membuatnya bertempur, ya ...
Kemudian,
terdengar suara ketukan pintu.
Dengan
cepat dia memeriksa jubahnya dan tempat-tempat berantakan lainnya sebelum
mengembalikan pedangnya ke dalam saku dimensinya. Lalu dia meletakkan tangannya
di belakang punggungnya, menatap pintu seperti seorang berkuasa, dan berbicara
dengan suara keras:
“Siapa
itu?”
“Yang
Mulia, bolehkah hambamu masuk?”
Tidak
ada cara untuk mengetahui apakah itu suara laki-laki atau perempuan melalui
pintu.
Biasanya, dia seharusnya bertanya nama
sang pengunjung, tapi Demiurge sudah mengatakan kepadanya kalau ada seseorang
yang akan datang, dan Ainz memberinya izin tanpa ragu sedikit pun.
“Ahh,
tidak apa-apa. Masuklah.”
Orang
yang memasuki kamar Ainz menutup pintu di belakangnya, dan tubuhnya juga
berubah.
Ia
memiliki kepala berbentuk telur dengan mulut dan dua mata yang tampak seperti
lubang yang cekung. Tangannya yang berjari tiga sama ramping seperti serangga
yang lengket.
Itu
adalah Doppelganger.
Doppelganger
yang telah dia pinjamkan pada Demiurge atas permintaannya.
Karena
itu monster Doppelganger, dia tidak terlalu kuat. Bahkan saat bertransformasi,
hanya bisa menyalin kemampuan tingkat empat puluh, dan bahkan lebih lemah lagi
tanpa transformasi.
Kemampuannya
yang lebih kuat adalah bagaimana bisa dengan bebas menggunakan perlengkapan
yang dibatasi karma. Kabarnya, itu tidak bisa menggunakan magic item diatas
kelas relic.
Mata
seperti lubang kosong itu beralih ke arah Ainz, dan kemudian berlutut.
“Hamba
dengan tulus meminta maaf atas banyak pelanggaran yang telah hamba timbulkan
selama menjalankan tugas. Hamba berharap Anda akan memaafkannya.”
“Jangan
khawatir. Kamu hanya melakukan pekerjaanmu. Tak ada yang perlu kukatakan
tentang itu.”
“Hamba
bersyukur atas ucapan Anda yang murah hati.”
Ainz
melihat ke arah pintu kamar.
“Apakah kamu tidak sibuk sekarang?
Harusnya ada banyak hal yang perlu kamu kerjakan, kan? Dan apakah ada orang di
luar? Jika ada orang, kita akan mendapat masalah jika kita tidak mengecilkan
suara kita.”
“Itu
baik-baik saja. Tidak ada yang keberatan dengan hamba untuk menemui Anda
sendiri, Ainz-sama.”
“Begitukah
...”
“Iya”,
jawab Doppelganger. Tetapi, masih penting untuk berhati-hati.
“Kalau
begitu, Ainz-sama, tolong beritahukan hamba tentang keputusan Anda.”
“Beritahu
tentang apa?”
Sepertinya
Ainz tahu betul mengapa Doppelganger datang kemari. Atau lebih tepatnya,
sekarang saatnya untuk memberitahu Doppelganger ini.
Ya,
pertanyaan tentang siapa yang telah dia perbudak.
“Maafkan
Hamba. Hamba berbicara tentang masalah ini sebelumnya --- masalah orang-orang
yang mengabdi kepada Anda dan yang hidupnya harus diselamatkan, Ainz-sama.”
“Mm
...” Ainz mengangguk kuat, dan mulai berjalan.
Tentu
saja, dia tidak bisa meninggalkan ruangan. Akhirnya, dia hanya bisa berjalan di
dalam ruangan ini. Tidak ada yang tahu kemana mata Doppelganger melihat, tapi
Ainz yakin mata itu mengikuti gerakannya, Ainz yakin. Sebenarnya, akan sangat
menakutkan jika tidak melihat ke arahnya.
Waktu
hampir habis. Seperti dugaan Ainz dengan segenap kekuatannya, dia tiba-tiba
berhenti di tempat.
Dia
tidak bisa menemukan jawaban yang benar. Tentu saja, dia tidak punya ide untuk
membiarkan dirinya terus menutupi semuanya lagi.
Pasti hati manusia akan berdebar sekarang,
tapi tubuhnya tidak memiliki organ yang bisa bergerak seperti itu ...
Emosi
yang kuat melonjak, menyebabkan emosinya yang menolak mulai mempengaruhi, dan
saat riak-riak kecil bergerak tak menentu di dalam hatinya, Ainz memberi tahu
Doppelganger jawabannya.
“Umu.
Aku akan jujur. Tidak ada manusia yang perlu diselamatkan. Tinggalkan beberapa
tetap hidup sesuai kebutuhan.”
OVERLORD
Volume 12 Chapter 3 Part 5 Selesai

No comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan Sopan