Part
2
Setelah
pembicaraan dengan Blue Rose berakhir, utusan diplomatik Holy Kingdom dan Neia
berangkat lebih awal dari Ibu Kota.Karena mereka telah memastikan kalau tidak
ada seorang pun di Kingdom yang bersedia membantu Holy Kingdom, menyelidiki
bentuk sebenarnya dari Jaldabaoth akan memerlukan waktu beberapa bulan, juga
karena mereka tahu bahwa satu-satunya yang mampu mengalahkan Jaldabaoth adalah
Momon.
Selain
itu, merasakan warga Holy Kingdom yang menderita membuat mereka sangat ingin
melakukan sesuatu untuk mereka.
Mereka
mengistirahatkan kuda mereka sedikit mungkin, kadang-kadang bahkan mereka
memberi mantra pada kuda mereka, mereka menempuh perjalanan ke timur menyusuri
jalan dengan kecepatan yang tidak dapat disandingkan dengan pejalan kaki biasa.
Mereka
melewati desa terakhir Kingdom, dan sekarang mereka berada di daerah perbatasan
antara Kingdom dan Sorcerous Kingdom.
Bukit
yang sedikit menjulang perlahan menghalangi pandangan mereka, dan mereka bisa
melihat sekilas hutan purba (Hutan Primer-Yang Pohonnya Sudah Tua) yang rapat.
Tidak ada tanda manusia hidup di dalam, dan yang ada hanya perasaan monster
yang bisa melompat keluar kapan saja. Mungkin ini awalnya adalah wilayah
Kingdom, begitulah. Kemungkinan diserang oleh monster sudah menurun. Itu bukan
berarti telah hilang.
Di
daerah seperti ini, indera penglihatan dan penciuman Neia menajam, dia terus
maju.
Tidak
ada tanda makhluk yang menunggu untuk menyergap. Juga tidak ada tanda binatang
buas di jalan.
Ada
banyak lahan tandus yang terlihat di jalan. Jika mereka terus maju, mereka akan
memasuki wilayah yang dulunya dikuasai Kingdom, yang jalannya tampak telah
diaspal.
Jalan yang beraspal lebih nyaman bagi
pengunjung, tapi bagi Neia, tanah yang tandus tadi akan lebih mudah untuk
menemukan jejak.
Neia
menatap tangannya.
Dia
tidak menyukai tangan ini. Bukannya dia membenci tangannya yang menguat karena
latihan. Tapi karena tak berbakat.
Dia
mungkin telah mewarisi indra ayahnya yang tajam, tapi sayangnya, dia tidak
menerima apapun dari ibunya.
Ibu
Neia adalah seorang paladin yang terkenal pada zamannya, dan dia memiliki
kemampuan berpedang yang sangat baik. Tetapi, sebagai putrinya, Neia tidak
memiliki bakat dalam menggunakan pedang, tidak peduli berapa banyak dia
berlatih. Sebaliknya, teknik memanah yang diturunkan dari ayahnya membuat dia
bisa menggunakan panah dengan baik bahkan tanpa latihan apapun.
Faktanya,
Neia beruntung memiliki setengah dari bakat ayahnya. tapi, keterampilan yang
digunakan oleh paladin yang sangat dikagumi Neia hanya menggunakan senjata
jarak dekat. Bagi Neia, yang ingin menjadi paladin, berbakat menggunakan
senjata jarak jauh adalah Tidak Berguna.
Sekali
lagi, dia mencengkeram tali pengikat kudanya erat-erat.
Dia
menegakkan pinggangnya dan menyesuaikan posisinya di pelana. Dia telah
menghabiskan waktu cukup lama menunggang kuda setelah meninggalkan Ibu kota,
dan pantat serta pahanya cukup nyeri sekarang.
Dia
bisa saja meminta Paladin untuk menggunakan mantra penyembuhan tingkat rendah
agar menyingkirkan rasa sakitnya. Tetapi, dia adalah seorang gadis, dan dia
sedikit malu untuk meminta hal itu kepada mereka. Juga, hal itu masih belum pada
tingkat dimana akan mempengaruhi kemampuannya untuk mengendalikan kudanya,
sehingga membuatnya semakin sulit untuk meminta. ...
Seperto biasa, Aku hanya perlu mengoleskan
obat setelah itu. Aku harus berterima kasih pada Ayah. Dulu, saat aku bilang
pantatku sakit, dia akan berlari dengan ekspresi marah di wajahnya ... apakah
aku sudah berterima kasih padanya saat itu? ... Hah.
Neia
memaksa dirinya untuk berhenti sebelum air matanya menetes.
“---Ah,
Kapten, saya bisa melihat jalan beraspal. Kita akan memasuki wilayah Sorcerous
Kingdom.”
Jalan
tanah tiba-tiba beralih menjadi bebatuan di tengah jalan. Rasanya aneh.
“Jadi,
apakah kita akan sampai ke Sorcerous Kingdom? Atau akankah kita mendirikan
kemah di malam hari?”
Neia
menatap ke langit.
“Saya
pikir kita harus bisa sampai sebelum matahari terbenam jika tidak ada hal lain
terjadi. Tetapi, kita mungkin jadi sasaran perampok. Apa yang harus kita
lakukan?”
“Biarkan
aku membicarakan ini.”
Remedias
menarik tali kekangnya dan kudanya melambat, lalu dia mulai berbicara dengan
Gustav.
Tetapi,
ini seharusnya menjadi wilayah Sorcerous Kingdom dari sini ... tapi di mana
pasukan mereka? Juga tidak ada benteng. Ada benteng di sisi-sisi kingdom tapi
tidak ada satupun disini.
Biasanya,
akan ada benteng di perbatasan negara, tapi tidak ada di sini. Apa karena
Sorcerous Kingdom hanya satu kota, mungkinkah mereka memusatkan seluruh
kekuatan mereka di dalam kota?
Pandangan
Neia berkeliling di sepanjang jalan beraspal.
Lereng yang landai membentang di antara
perbukitan. Di kejauhan, dia bisa melihat sebidang hutan musim dingin yang
tandus.
Dia
ingat bagaimana dia pergi berkemah di musim dingin bersama ayahnya. Tak ada
yang berbeda, tidak peduli kemana dia pergi. Pemandangan di sini terasa seperti
Holy Kingdom. ...
Hidup
di dunia yang menyakitkan, ya.
Kata-kata
yang dengan sengaja digumamkan oleh ayahnya bergumam di hatinya seperti duri.
Ayahnya memilih tinggal di kota karena ibunya. Jika ibunya tidak ada, dia pasti
memilih tinggal di sebuah desa kecil dekat dengan hutan, hidup dari karunia
alam.
Ketika
masih kecil, dia merasa bahwa hidup dalam suasana alami menyakitkan. Tetapi,
setelah melakukan perjalanan ini, dia bisa mengerti apa maksud ayahnya. Apakah
itu tanda kedewasaan? Seharusnya dia bisa membicarakan hal yang berbeda
dengannya sekarang.
Rasa
sakit terlintas di hatinya saat memikirkan hal-hal ini. Tetapi, hanya sesaat.
Itu karena di depan mereka --- di sebelah timur sepanjang jalan --- dia bisa
melihat sesuatu yang samar di sepanjang jalur berbelok-belok karena perbukitan.
Apa
itu api!?
Neia
menyipitkan mata, lalu melihat dengan hati-hati lagi.
“Ada
sebuah benda putih mirip asap di sana. Tidak, itu bukan asap, tapi kabut. Dan-”
“Maaf
mengganggumu saat kau berbicara! Ada sesuatu seperti kabut di depan!”
“Terus?”
“Neia
Baraja. Apakah ada hal yang mengganggumu?”
“Iya.
Menurut peta ini, tidak ada danau besar disekitar sini, Tapi ada sebuah kabut
tebal di depan. Aku yakin itu pasti kejadian yang tidak normal. “
Kumpulan
kabut tebal itu, tampak terus menyebar, dan sepertinya akan sampai ke tempat
Neia dan yang lainnya kapan saja. Ayahnya telah mengajarkan kepadanya segala
bentuk dari fenomena alam, ketika dia merenungkan situasi berdasarkan
pengetahuan itu, kemunculan kabut ini sungguh aneh.
“Squire
Baraja. Mungkinkah itu semacam perubahan lingkungan khusus?”
Pertanyaan
itu datang dari Gustav, yang telah menyadari apa yang terjadi sebelum Remedios.
Perubahan
lingkungan khusus yang dimaksud biasanya cenderung terjadi fenomena yang tidak
biasa di daerah yang luas. Misalnya, mungkin ada tempat dimana ritual mantra
berskala besar yang salah dan memenuhi area dengan gas busuk beracun, atau
mungkin tempat di mana setahun sekali, sebuah gurun pasir mengalami badai pasir
selama seminggu, atau mungkin tempat di mana hujan warna-warni turun pada
waktu-waktu tertentu.
Dengan
kata lain, dia bertanya apakah kabut ini adalah salah satu kejadian misterius
itu. Tetapi, Neia belum mengumpulkan informasi tentang hal-hal semacam itu. Dia
merasa bahwa dia mungkin akan dimarahi jika dia menjawab seperti itu, tapi dia
tidak punya pilihan selain menjawab dengan jujur.
“Saya
mohon maaf, tapi saya tidak punya informasi tentang kabut yang ada di hadapan
kita.”
“Dengan
kata lain, kau gagal mengumpulkan informasi, begitu?”
Pertanyaan lain yang sulit. Siapa yang
bisa mengatakan bahwa mereka telah mengumpulkan cukup informasi?
“Kapten
Remedios, saya berpendapat memutuskan apa yang harus dilakukan sekarang lebih
penting.”
Perseteruan
mereka terhenti.
Kabut
semakin tebal sehingga kuda tidak bisa maju melewatinya. Mengingat apa yang
telah mereka pelajari sebelumnya, tidak ada tebing di dekat E-Rantel. Jika
mereka maju perlahan, mereka harus bisa menghadapi apa pun yang muncul nanti.
Tetapi, kabut yang terjadi begitu cepat, membuat mereka ragu untuk melewatinya,
bagaimanapun mereka tetap berjalan Secara perlahan.
Neia
mencium kabut itu. Baunya seperti air.
Tidak
ada masalah dengan hal itu yang dapat dikhawatirkannya. Tetapi, ada yang
membuat dia merasa tidak nyaman.
“Kapten,
Apa ada kemungkinan kalau kabut ini dihasilkan oleh monster? Ayah saya pernah
mengatakan kalau beberapa monster memiliki kemampuan magis untuk menghasilkan
kabut, dan mereka akan bersembunyi di dalamnya untuk mengintai mangsanya.”
“...
semua orang, siapkan pedang kalian! Siapa pun yang masih di jalan, segera
menjauh!”
Pengambilan
keputusan yang cepat merupakan tanda keunggulan Remedios dalam pertempuran.
Neia
dan Paladin menggerakkan kuda mereka sesuai petunjuk dan meninggalkan jalan,
lalu mereka berputar. Saat ini, kabut tebal tampak seperti akan menelan seluruh
dunia.
Cukup tebal sehingga dia hampir tidak bisa
melihat rekan-rekan di sampingnya, dan jarak pandangnya tidak sampai lima belas
meter. Kegelisahan bergejolak di dadanya, dan dia membayangkan dia melihat
sosok dalam aliran kabut.
Akan
lebih baik jika dia bisa mendeteksi sesuatu yang mendekati mereka dengan suara,
tapi dia dikelilingi oleh knight berarmor. Setiap gerakan yang mereka lakukan
menyebabkan suara logam yang bergesek, dan menghambat pendengaran Neia.
Dengan
kondisi seperti ini, akan sangat sulit untuk mendeteksi apapun yang mendekati
mereka. Dengan ingatan Neia, satu-satunya yang masih bisa diketahuinya dengan
suara dalam kondisi seperti ini adalah ayahnya.
Saat
dia menyadari kehebatan ayahnya sekali lagi, dia dengan putus asa menutup
telinganya untuk mendengarkan.
“Ini
benar-benar kabut aneh, bahkan di laut tidak setebal ini.”
“Bukankah
kita akan sampai di kota Sorcerous Kingdom? Masih ada monster di sekitar batas
kota? Atau apakah hal-hal aneh ini sudah biiasa di perjalanan karena itu adalah
Sorcerous Kingdom?”
“Saya
tidak tahu... mungkin ini semacam mantra pertahanan yang digunakan oleh
Sorcerous Kingdom?”
“Mari
kita tidak membicarakan tentang sihir, hanya membicarakannya saja membuat
kepalaku sakit. Jika kau melihat sesuatu, beri tahu Aku, dan buat agar lebih
mudah dimengerti. Jika itu monster, kita akan membunuhnya sehingga kita bisa
membuat Sorcerer King berutang budi pada kita dan memintanya untuk mengirimkan
Momon sebagai balasannya. Bagaimana dengan itu?”
“Menurut
Anda, apa yang akan terjadi? Meskipun mereka mengatakan membasmi monster di
dalam perbatasan negara adalah tanggung jawab negara itu sendiri ...”
Mungkin karena dia telah memusatkan
seluruh energinya untuk mendengarkan dengan saksama, tapi dia bisa dengan jelas
melihat isi pembicaraan antara Kapten dan Gustav.
Tetapi,
jika dia menjauh, dia tidak yakin bisa mendengarnya. Apa yang akan ayahnya
lakukan pada saat seperti ini?
Aku
tidak bisa terus-menerus mengandalkan seseorang yang tidak ada di sini! Aku
harus berdiri di atas kedua kakiku sendiri!
Namun
faktanya jika dia tetap tinggal di sini hanya akan menghalangi kemampuannya.
Kalau begitu, apakah lebih baik untuk bertanya apa dia diizinkan untuk
berpindah tempat dalam keperluan untuk memastikan situasi.
-Sebaiknya
tidak usah.
Neia
menolak keinginannya untuk berbicara.
Bahkan
jika dia tidak melakukannya, Kapten hampir tidak dekat dengannya. Jika dia
meminta itu dan gagal, tidak ada yang tahu bagaimana dia akan dihukum. Dia
tidak ingin dipermalukan.
Dan
juga, sebagai hasilnya nanti. akan buruk jika Kapten tidak mempercayai
bimbinganku lagi
Neia
berusaha keras membuat alasan di hatinya. Namun, akan sangat buruk bagi
kesehatan mentalnya jika mereka menghadapi bahaya, dia berpikir, aku bisa
menangani ini jauh lebih baik.
Meskipun
sebagian dari otaknya sedang berpikir, jika kita semua mati di sini, orang-orang
yang menderita di Holy Kingdom harus menunggu lebih lama lagi untuk
diselamatan,, tapi hinaan Remedios telah menusuk lubang yang tak terhitung
jumlahnya di hati Neia, dan dia tidak dapat menahannya lagi.
Saat
itu, Neia melihat sesuatu dari sudut matanya yang tidak bisa diabaikan.
Di
tengah kabut tebal , dia melihat sekilas gambaran kelam tentang sesuatu yang
besar yang berasal dari Sorcerous Kingdom.
“Bisakah
Anda memeriksa sesuatu di sana?” Neia berbicara dengan salah satu paladin yang
berpasangan dengannya.
“...Tidak.
Maaf, tapi kabutnya terlalu tebal dan aku tidak bisa melihat apapun. Apa ada
sesuatu di sana?”
Dia
mendengar paladin itu menggapai pinggangnya dan dengan lembut menarik
pedangnya, lalu suara erat mencengkeram gagangnya.
“Ah,
bukan apa-apa. Saya merasa melihat sesuatu, tapi mungkin saya keliru.”
“Benarkah?
Tapi, jika kau pikir ada sesuatu di sana, katakan saja kepada kami, tidak
masalah apapun itu. “
“Baiklah,
saya akan mengandalkan Anda ketika waktunya tiba, kalau begitu.”
Setelah
mengucapkan terima kasih dengan ekspresi serius pada wajahnya, Neia kembali ke
depan.
Jika
para wanita di dunia ini dibagi berdasarkan mereka yang cocok untuk tersenyum
dan mereka yang tidak cocok tersenyum sama sekali, Neia akan masuk dalam
kategori yang terakhir. Bahkan sepatah kata terima kasih dari dia ternyata
lebih baik disampaikan dengan ekspresi serius dibanding dengan senyuman.
Neia
melanjutkan mempelajari kumpulan kabut.
Mungkin
hanya Neia yang bisa melihatnya karena terlalu jauh, tapi dia yakin dia tidak
salah.
Mungkin berbicara dengan paladin telah
mengembalikan semangatnya, Neia memutuskan untuk memberi tahu Kapten. Tetapi,
dia masih berbicara dengan Gustav.
“Apa
yang harus kita lakukan selanjutnya? “
“Sangat
berbahaya untuk bergerak dalam kabut. Kita tunggu sedikit lagi, dan jika tidak
ada apapun, kita turun dari kuda dan istirahat. Kalau dipikir-pikir lagi, apa
ada monster yang mengeluarkan kabut di laut? “
“Tentu
ada. Tetapi, tidak ada laut atau danau di dekat sini. Seperti kata Squire
Baraja.”
“Mungkin
dia membuat kesalahan atau mengabaikan beberapa informasi?
“Dia
tidak akan mengacaukan sampai seperti itu. Terus terang, dia membawa kita
selamat sepanjang perjalanan ke sini, kan? Ketika kita meninggalkan Holy
Kingdom, para demihuman yang berpatroli di dekat tembok yang rusak juga tidak
melihat kita. Kita tidak bisa melakukannya sendiri tanpa dia, kan?”
“Kita
bisa menembus dengan paksa.”
Sekali
lagi, hati Neia merosot.
Berapa
kali dia frustasi karena membawa mereka sampai sini?
Kenangan
muncul di benaknya, tentang bagaimana dia meminta mereka untuk tinggal di
belakang sementara dia membimbing dirinya dalam hujan yang sangat dingin,
merayap di tanah dan berlumpur untuk mencegah dirinya tidak terlihat oleh skill
ranger tipe penyergap.
Jika
dia terlihat, Neia pasti mati. Meski begitu, Neia terus melanjutkan tekadnya
untuk mati, berpegang teguh pada kepercayaan bahwa dia melakukan ini untuk
menyelamatkan orang-orang yang menderita.
Itu
benar, aku tidak bekerja keras untuk mendapatkan pujian atau apapun.
Dia mencoba berbicara sendiri. Bahkan jika
Kapten menolak untuk mengakui kontribusinya, orang lain pasti akan mengakui
usahanya, bahkan jika mereka tidak mengatakannya.
Ingin
dipuji atau dihargai karena bekerja keras hanyalah keegoisan seorang manusia.
Inilah artinya menjadi penyelamat umat manusia. Merasakan sakit sendiri,
membuat diri sebagai perisai, semua untuk menanggung rasa sakit dan penderitaan
orang-orang adalah tugas seorang paladin. Tentunya Kapten harus sama. Tetap
saja ... bisakah dia mengecilkan suaranya? Tidak, mungkin mereka berdua mengira
kalau mereka sudah berbicara cukup pelan.
Mereka
berdua masih berbicara.
Setelah
ditinggalkan, Neia berpikir bahwa mereka seharusnya tidak fokus berbicara dan
terus mengawasi lingkungan sekitar. Terutama Remedios, yang memiliki indera
pendeteksi bahaya dan kemampuan bertarung seharusnya bisa merespon dengan lebih
baik daripada orang lain.
Neia
menghilangkan rasa frustrasi di dalam hatinya, dan memusatkan perhatian pada
bayangan di kabut. Juga karena dia belum memperoleh kembali kekuatan yang
dibutuhkan untuk memanggil mereka lagi, dan juga karena dia tidak ingin terus
mendengarkan percakapan mereka.
Kemudian
--- mungkin kabut itu telah terbelah oleh aliran angin --- untuk beberapa saat,
Neia dengan jelas melihat sekilas bayangan anjungan kapal.
Eh?
Tidak mungkin ... apa itu ... kapal?
Benar,
Neia telah membedakan bentuk sebenarnya dari bayangan itu; sebuah kapal yang
melayang di atas laut.
Selain
itu, itu adalah kapal besar, mirip dengan kapal galleass. Kejadian itu cuman
sebentar, dan segera terselubung lagi oleh kabut tebal, meski dia tidak yakin
kalau dia benar-benar melihat sebuah kapal.
Tentu
saja, hal seperti itu tidak mungkin diterima oleh akal sehat.
Informasi
yang dia miliki tidak bisa dibuktikan, Gustav sendiri sudah mengatakan tidak
ada danau di sekitarnya. Tidak, kalaupun ada, hanya orang gila yang akan
mengapungkan sebuah galleass di danau.
Jika
ini adalah wilayah pesisir, mungkin saja mereka menggunakan kapal tua sebagai
benteng atau memindahkannya ke lahan tandus untuk tujuan lain. Sebenarnya, ada
beberapa contoh di Holy Kingdom. Tetapi, melakukan hal yang sama di pedalaman
tidak mungkin untuk dilakukan.
Aku
melihat sesuatu, kan?
Itulah
cara terbaik untuk memikirkannya. Meski begitu, matanya menolak meninggalkan
arah itu, mengamatinya berulang-ulang.
“...
Jadi kau memang melihat sesuatu, ya?”
“Eh
!? “
“Kau
baru saja mengamati arah itu, yang berarti kamu melihat sesuatu di sana,
bukan?”
“Ah?
Tidak, itu ... “
Aku
melihat bayangan yang kelihatan seperti kapal. Jika dia benar-benar mengatakan
itu, mereka mungkin mengira dia gila. Tentu saja, Neia akan melakukannya. Dalam
hal ini, apa yang harus dia katakan?
“Tidak
masalah jika kau salah, tapi bisakah kau memberi tahuku jika kau melihat
sesuatu? Itu akan membantu jika ada sesuatu yang terjadi di sana.”
Itu
adalah pendapat yang sempurna.
Dia
melihat sekeliling. Semua orang mendengarkan pembicaraan Neia dengan paladin,
semua mata menatap Neia. Keadaan kembali seperti biasa, dia tidak bisa hanya
menggertak dengan mengatakan “Oh, aku melihat sesuatu”.
“..Ah,
saya hanya merasa ada bayangan hitam besar di luar sana.”
“Apakah
itu bayang-bayang monster yang besar?”
Orang
yang paling tidak ingin didengar oleh Neia adalah orang yang melemparkan
masalah dengan kata-kata... Sialan, jangan tanya aku, pikirnya, tapi jelas dia
tidak bisa mengatakannya.
Neia
menghela napas beberapa puluh kali di dalam hatinya sebelum menjawab:
“...apa
kau benar-benar melihatnya?”
“Saya
tidak terlalu yakin, rasanya seperti itu. Tapi, Kemungkinan besar saya salah. “
“Sebuah
bangunan? Sebuah benteng Sorcerous Kingdom atau sesuatu seperti itu? “
“kami
juga belum pernah melihat apapun yang terlihat seperti Benteng Sorcerous Kingdom
di dekat jalan, atau di dekat desa. Mereka tidak mungkin membangunnya di luar
perbatasan. “
Meskipun
dia merasa bahwa itu adalah sebuah kapal, akan lebih meyakinkan untuk
mengatakan bahwa itu adalah bangunan yang tampak seperti sebuah kapal daripada
mengatakan bahwa dia telah melihat sebuah kapal.
“Aku
mengerti ... bagaimana menurutmu, Gustav?”
“Saya
percaya padanya. Meskipun --- kamu belum membuktikan bahwa itu adalah sebuah
bangunan, kan?”
“Ya,
itu hanya sesaat. Mungkin juga sesuatu yang beda.”
“Kapten
Custodio, bagaimanapun, saya pikir menunggu di kabut adalah pilihan terbaik.
Saya tidak berpikir benteng Sorcerous Kingdom akan mengizinkan orang asing
untuk masuk.”
“Masuk
akal. Ayo kita lakukan, kalau begitu. Semua orang, tetap waspada.”
Dia
dijawab dalam satu suara oleh semua orang, termasuk Neia.
Sementara
mereka semua berpura-pura waspada, perhatian semuanya terfokus pada satu titik.
Karena semua orang ingin mastikan apa yang telah dilihat Neia.
Kabut tebal terus mengaburkan semua penglihatan,
dan ketika semua orang mulai kehilangan minat pada bangunan itu, sesuatu
terjadi.
“-Apa
!?”
Neia
dan knight di sebelah kanannya tersentak kaget. Sebuah bayangan bergerak dalam
kabut tebal.
“A-apa?
Apa itu?”
Neia
tidak bisa menjawab pertanyaan sang paladin. Mengatakan itu sebuah kapal adalah
perkataan gila.
“Apakah
bayangan itu ... bergerak? Bukankah itu bangunan?”
Pertanyaan
Kapten sangat masuk akal. Tetapi, karena Neia tidak memberitahunya apa
sebenarnya itu, semua yang bisa dia simpulkan itu tampak seperti bangunan.
“Ketika
saya melihatnya, itu tampak seperti ... “
“Tapi
sekarang itu bergerak, kan? Dan juga ... bayangan itu tampak semakin gelap;
apakah itu menuju jalan kita?”
Benar,
jika itu benar-benar sebuah kapal, maka bisa bergerak ke arah mereka.
Dengan
kata lain, kapal itu adalah kapal yang bisa berlayar di darat.
Bagaimana
bisa ... itu tidak mungkin ...
bahkan
orang-orang selain Neia bisa melihat seperti apa bentuk aslinya.
Bentuk
sebuah kapal itu tak terbantahkan, dan kapal itu bergerak seolah-olah sedang
berlayar di atas ombak. Deretan dayung tebal berjejer dan menonjol dari
sisi-sisinya, mendayung seperti mereka benar-benar mendorong air.
“Apa
kau bercanda?”
Kata-kata terkejut keluar dari mulut
Remedios yang berbicara mewakili semua orang dalam kelompok tersebut.
“Apakah
kapal-kapal Sorcerous Kingdom berjalan di darat? Negara pelosok yang memiliki
semua macam hal yang mengejutkan ...”
Tidak,
tidak, tidak seperti ini juga, Neia berkata dalam hatinya. Dia mungkin bukan satu-satunya
yang berpikir seperti itu.
“Sebuah
kapal yang berjalan melewati kabut ... sepertinya saya ingat pernah mendengar
tentang sesuatu seperti itu sebelumnya ...”
“Aku
berharap padamu, Gustav! Ayo, coba ingat, aku yakin kamu bisa melakukannya.
Kamu mengajariku banyak hal dulu, aku yakin kamu bisa melakukannya. Benar, mau
aku pijat kepalamu?”
“Tolong
jangan lakukan itu. Lagi pula, saya bukan orang bijak atau apapun. Hanya karena
Kapten kita tidak punya pendapat tentang itu, jadi mengharuskan saya mengingat
hal itu atas namanya.”
“...
Karena yang perlu aku lakukan hanyalah bertanya padamu atau Kylardos.”
“Sepertinya
kami telah memanjakanmu terlalu banyak. Begitu kita mengirim Jaldabaoth kembali
ke neraka, saya akan memastikan kamu menebus semua waktu belajar yang kamu
tinggalkan.”
“Ah,
terimakasih, saya ingat sekarang. Itu adalah Kapal Hantu. Saya dengar beberapa
pelaut membicarakannya, sebuah kapal yang muncul dari kabut. Kapal yang
harusnya tenggelam, tapi berlayar lagi, dan kapal itu dikendalikan oleh undead.
“
“Oh!
Ya, aku pernah mendengar kalau Kapal Hantu didahului oleh kabut tebal.... semua
orang, bersiap! Jika itu Kapal Hantu, maka kita akan menghadapi undead! Itu
musuh!”
“Tunggu!
Tungu dulu, Kapten Custodio! Sorcerous Kingdom yang merupakan tujuan kita
diperintah oleh raja undead, jadi bagaimana jika ini adalah salah satu kapal
Sorcerous Kingdom? “
“Apa!?
Dia membawa Kapal Hantu ke lahan tandus dan kemudian menggunakannya? ...
Apa-apaan ini?”
Wajar
bila Remedios akan tercengang. Undead bisa mengendalikan undead lainnya.
Tetapi, jenis undead apa yang bisa menempatkan Kapal Hantu, yang pada awalnya
berlayar di laut, di bawah komando seseorang?
Segera,
kapal itu memperlihatkan dirinya secara menyeluruh.
Seperti
namanya, Itu benar-benar kapal hantu.
kapalnya
rusak, Ada lubang besar di sisi lambung kapal, dan papan-papan dek melengkung
ke atas di berbagai tempat.
Itu
sangat besar, bahkan lebih besar dari kapal induk angkatan laut Holy Kindom
seperti “Hammer of the Holy King”. Jika tidak begitu rusak pastinya, itu akan
menimbulkan kesan kalau memiliki kekuatan yang luar biasa.
Yang
terakhir dari ketiga tiangnya mengibarkan layar di bagian belakang kapal,
sementara yang lain memiliki layar persegi biasa. Tetapi, semuanya robek dan
compang-camping, dan tidak terlihat seperti bisa berfungsi untuk mendorong
sebuah kapal.
Ada
kilauan yang tidak biasa pada haluan kapal yang menonjol keluar. Terlihat
sangat mengesankan, seperti dipoles. Selain itu, lampunya menyala dengan cahaya
sihir yang redup, dan memberi kesan bahwa kapal itu membanggakan dirinya.
Setelah itu, bagian yang paling menarik
adalah bendera yang berkibar di tiang utama kapal. Itu adalah simbol Sorcerous
Kingdom.
Kapal
melayang satu meter dari tanah saat bergerak maju.
Segera,
kapal melewati kelompok itu --- yang terdiam di tempat oleh pemandangan aneh
--- dari sisi mereka.
Tidak
ada yang bisa bergerak, dan kemudian kabut mulai menipis. Apakah kapal itu
mengeluarkan kabut saat berlayar? Tidak, jika memang begitu, maka kabutnya akan
sangat tebal saat seseorang berada di dekat kapal, jadi mereka seharusnya tidak
bisa melihat lambung kapal. Mungkin seperti semacam lapisan tersembunyi yang
menyelimuti daerah sekitar kapal dengan kabut.
Atau
mungkin itu adalah kurungan untuk menjaga mangsanya agar tidak melarikan diri.
Neia merasa takut dengan pemikirannya.
Sorcerer
King ... seorang raja undead. Dia mungkin musuh yang paling menakutkan dari
semua musuh yang kami tahu.
Ketika
dia mendengar bahwa dia telah memanggil kambing raksasa yang tidak jelas
bentuknya, dia membayangkan mereka sebagai domba yang menggemaskan, jadi
mungkin Neia telah meremehkan Sorcerer King.
Hal
itu membuatnya tidak nyaman. Sama seperti bagaimana paladin memandang undead
sebagai musuh, undead mungkin menganggap paladin sebagai musuh mereka juga.
Jika
demikian, nasib kelompok mereka akan menjadi --- Meski begitu, mereka tidak
punya pilihan kecuali meminta bantuannya, untuk bertemu dengan Momon, orang
yang pernah bertempur dengan Jaldabaoth. Neia menyeka keringatnya dengan
telapak tangannya.
“...
Kabutnya hilang. Semua orang, ayo pergi.”
Raja
undead yang memerintah makhluk aneh ini.
Sorcerer
King adalah undead, Tetapi dia mengizinkan manusia untuk hidup ... Orang macam
apa dia sebenarnya? Yah, aku tidak akan bisa melihat sisi lain dirinya, setelah
semuanya dan menjadi seorang pengawal.
OVERLORD
Volume 12 Chapter 2 Part 2 Selesai

No comments:
Post a Comment
Berkomentarlah dengan Sopan